GRESIK, BANGSAONLINE.com – Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali menyatakan bahwa pesantren yang diasuhnya siap ditempati Muktamar ke-35 NU.
“Amanatul Ummah siap ditempati Muktamar NU. Bahkan saya siap membiayai acara Muktamar NU tanpa harus mengajukan proposal ke mana-mana,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam acara Pelantikan PAC Panceng di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Mulyorejo, Dalegan Panceng Gresik, Kamis (2/6/2026).
Tapi tampaknya Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Sekretaris Panitia Amin Said Husni tak memberi kesempatan. Bahkan sama sekali tak disurvei. Padahal dari segi fasilitas, prasarana dan sarana Amanatul Ummah paling siang dan representatif. Antara lain gedung-gedung bertingkat empat seperti asrama mahasiswa-mahasiswi Universitas KH Abdul Chalim (UAC) dalam negeri dan luar negeri.
Juga ada guest house tiga lantai dan sport student centre yang menampung sekitar 4.000 orang. Selain itu juga ada asrama santri putra dan putri Amanatul Ummah yang juga bisa menampung ribuan peserta muktamar.
Bahkan masjid saja ada tiga di Amanatul Ummah ada tiga. Semuanya tingkat tiga. Yaitu Masjid Raya KH Abdul Chalim, Masjid Kampus UAC dan Masjid Al-Qonaah Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah.
Selain itu juga ada apartemen dan gedung rektorat serta gedung ruang kuliah mahasiswa UAC yang masing-masing empat lantai.
Tap panitia Muktamar ke-35 NU sama sekali tak meliriknya.
“Dianggap najis mughalladhah,” canda Kiai Asep di depan ratusan para guru NU yang memenuhi halaman Pondok Pesantren Al Ikhlas Panceng Gresik.
Pernyataan Kiai Asep itu langsung disambut tawa para kiai dan pengurus Pergunu.
Hadir dalam acara itu Rais Syuriah PCNU Gresik KH Mohammad Farhan, Ketua PW Pergunu Jatim Abdul Mujib, dan para kiai yang lain.
KH. Alfin Sonhaji, M.Pd, pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas Panceng mengaku sangat bersyukur karena Kiai Asep bisa datang ke pondok pesantren yang diasuhnya.
“Saya sangat ngefans kepada Kiai Asep. Saya senang pemikiran Kiai Asep. Ini semua terinspirasi oleh pemikiran Kiai Asep. Beliau kan selalu mengatakan bahwa warga NU harus punya lembaga pendidikan yang maju. Alhamdulillah Al Ikhlas termasuk lembaga pendidikan yang terpandang di Gresik karena sering mendapat penghargaan di tingkat provinsi,” ujar Kiai Alfin Sonhaji kepada BANGSAONLINE usai acara.
Seperti diberitakan, Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni mengatakan bahwa PBNU telah menetapkan Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar pada 1-5 Agustus 2026. Pembentukan tim itu merupakan tindak lanjut Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada 20-22 Juni 2026 lalu.
Dikutip NU Online, tim survei akan meninjau sejumlah pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang, Sumatra Barat; Pondok Pesantren Al-Hamid dan Pondok Pesantren Daarurrahman di Jakarta; Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek di Cirebon, Jawa Barat; serta Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur.
Tim survey tim juga akan meninjau Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok untuk wilayah Nusa Tenggara Barat. Selain itu tim juga akan mensurvei Pondok Pesantren Tambakberas Jombang. Tapi pesantren ini hanya sebagai calon lokasi pembukaan Muktamar.
Jadi tidak ada Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur. Meski demikian Kiai Asep tak kecewa. Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu sejak awal sudah menyadari bahwa tawaran baiknya tak akan diterima. Karena PBNU yang sekarang penuh dengan intrik politik.
“SK Pergunu saja sampai sekarang tidak diberikan. Tapi saya jalan saja,” ujar Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Tapi paling tidak, Kiai Asep telah menawarkan khidmat untuk NU secara ikhlas dan tulus tanpa kepentingan duniawi.
Menurut Kiai Asep, banyak sekali PCNU dan PWNU yang SK-nya digantung oleh PBNU yang sekarang. “Karena itu harus ada ikhtiar dari semua pihak, terutama para kiai sepuh, agar PBNU yang akan datang dipimpin oleh para kiai yang punya kemampuan memimpin dan punya intgerittas moral,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.










