Ringkasan Berita
- Koperasi Desa Merah Putih difungsikan sebagai penyerap hasil produksi masyarakat (offtaker) dan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan seperti PKH, beras, dan alat pertanian.
- Lokasi pembangunan koperasi yang viral dinilai kurang ideal jumlahnya kurang dari 10 titik dari total sekitar 30 ribu koperasi yang ditargetkan selesai fisiknya pada Agustus 2026.
- Penentuan lokasi sudah melalui musyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desa, namun pemerintah akan verifikasi dan cari solusi untuk titik yang disorot.
- Koperasi juga dijadikan instrumen untuk menjaga stabilitas harga pangan, misalnya melalui operasi pasar yang lebih efektif dan minim penyimpangan.
- Saat ini sekitar 14 ribu koperasi telah rampung dibangun, dan sekitar 20 ribu lainnya masih dalam proses pembangunan.
"Intinya misalnya Kopdes itu Pak, untuk tadi. Nelayan, Kampung Nelayan Merah Putih itu untuk offtaker. Dia bukan supermarket," tambah Zulhas.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih juga akan difungsikan sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai program bantuan kepada masyarakat desa.
Bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH), beras, alat pertanian, hingga traktor nantinya akan dikelola melalui koperasi.
"Apa itu infrastruktur pemerintah? Nanti Kopdes itu yang akan menyalurkan PKH PKH beras 10 kilogram. Dulu desa sekarang nanti di Koperasi Desa Merah Putih. Bantuan alat traktor, bantuan pertanian nanti Kopdes yang akan mengelola sehingga semua orang bisa pakai tidak hanya untuk kelompok (tertentu)," beber Zulhas.










