SORONG, BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Irfan, mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya evaluasi yang jujur, terbuka, dan berkelanjutan demi fondasi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Arahan ini disampaikannya saat memberikan pengarahan pada kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Sorong, Papua Barat Daya.
Menhaj menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi secara langsung dengan keluarga besar Kemenhaj di Papua Barat Daya. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan komitmen yang telah lama ingin diwujudkan sejak transformasi Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah.
"Alhamdulillah, hari ini saya dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar Kemenhaj di Papua Barat Daya. Terus terang saya merasa memiliki utang kunjungan. Sejak Badan Penyelenggara Haji dibentuk hingga menjadi Kementerian Haji dan Umrah, baru hari ini saya bisa hadir di sini," kata Menhaj Gus Irfan dalam sambutannya, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, Papua Barat Daya tidak hanya dikenal melalui Raja Ampat, melainkan juga memiliki semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M. Namun, Menhaj mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk terus melakukan perbaikan.
"Masa puji-pujian sudah selesai. Sekarang saatnya kita fokus pada evaluasi. Kementerian yang baik bukan yang sibuk berbangga diri, tetapi kementerian yang terus memperbaiki diri," tegasnya.
Dalam dialog bersama jajaran Kemenhaj di Papua Barat Daya, Menhaj menerima sejumlah masukan terkait penguatan dan penataan sumber daya manusia, aspirasi mengenai tunjangan kinerja, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut menjadi perhatian serius dan akan diupayakan tindak lanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.
Menhaj juga mengajak seluruh jajaran membangun budaya evaluasi yang terbuka dan tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, setiap masukan merupakan bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.
"Jangan takut menyampaikan masalah, karena setiap masukan adalah bahan untuk memperbaiki pelayanan kepada jemaah. Mari kita jadikan hasil evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini sebagai pijakan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik pada musim haji berikutnya. Yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan yang masih kurang kita sempurnakan bersama," pungkas Menhaj.
Menhaj berharap seluruh jajaran Kemenhaj terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mewujudkan pelayanan haji yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan jemaah sehingga kualitas penyelenggaraan ibadah haji semakin baik dari tahun ke tahun.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wagub Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere yang mewakili Gubernur Papua Barat, Forkopimda, serta jajaran Kemenhaj Papua Barat Daya. (msn)










