Ringkasan Berita
- Pemkot Batu berencana membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo, sebagai bagian dari program Mbatu SAE.
- Lahan yang akan digunakan seluas sekitar dua hektare merupakan milik Perhutani KPH Malang dan telah dilakukan pengecekan lapangan oleh Disperkim, desa, dan Perhutani.
- Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, mendukung rencana dengan syarat utama adanya sosialisasi transparan kepada masyarakat untuk mencegah pro-kontra di masa depan.
- Pihak desa masih menunggu jadwal sosialisasi resmi, menekankan komunikasi yang baik sebagai kunci agar masyarakat memahami tujuan dan dampak pembangunan.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pemkot Batu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) berencana membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di kawasan Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo. Pembangunan ini menjadi bagian dari program Mbatu SAE.
Rencana tersebut memanfaatkan lahan sekitar dua hektare milik Perhutani KPH Malang yang secara administratif berada di Desa Oro-Oro Ombo. Disperkim Kota Batu bersama pihak desa dan Perhutani telah melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi yang berada di sebelah barat Megastar.
Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menyatakan dukungannya dengan satu syarat utama, yakni sosialisasi transparan kepada masyarakat.
“Secara prinsip kami setuju dan mendukung penuh karena ini demi kebaikan bersama serta bagian dari program Mbatu SAE. Namun dampak langsungnya akan dirasakan warga desa, sehingga Disperkim dan Perhutani wajib menyosialisasikan rencana ini terlebih dahulu agar tidak menimbulkan pro dan kontra di masa depan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Wiweko menambahkan pihak desa masih menunggu jadwal sosialisasi resmi. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci agar masyarakat memahami tujuan pembangunan dan dampaknya sehingga terhindar dari polemik di kemudian hari. (adi/mar)










