Terlalu Percaya Anaknya Diguna-guna, Pria di Kediri Bacok Ibu dan Anak dengan Sabit

Ringkasan Berita
  • Seorang pria berinisial MY (37) diamankan polisi karena diduga menganiaya ibu dan anak dengan sabit di Kediri, mengakibatkan korban Sus (45) terluka di kepala dan anaknya Nu (17) terluka di tangan.
  • Kejadian bermula dari sengketa pembuatan saluran air yang mengenai pondasi rumah pelaku, lalu pelaku curiga anak balitanya menangis terus karena diguna-guna oleh saksi W.
  • Pelaku pulang mengambil sabit dari dapur, kemudian kembali menyerang korban Sus yang membela saksi W, sementara anak korban Nu turut menjadi korban saat berusaha melindungi ibunya.
  • Warga berhasil mengamankan pelaku dan membawa kedua korban ke RS Bhayangkara Kediri, dengan barang bukti meliputi sabit bernoda darah, baju pelaku, serta visum dari rumah sakit.

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Seorang pria berinisial MY (37), warga Dusun Oro Oro Ombo, Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, diamankan polisi setelah diduga melakukan penganiayaan menggunakan sabit yang mengakibatkan dua orang terluka, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Semen Aiptu Fredy Kurnia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Menurut Aiptu Fredy, korban dalam kejadian itu berjumlah dua orang, yakni Sus (45) dan anaknya, Nu (17).
Keduanya merupakan warga Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen.

Aiptu Fredy menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika saksi berinisial W hendak membuat saluran air dan jalan yang melintasi sisi rumah pelaku hingga mengenai pondasi bangunan.
Pelaku kemudian menegur saksi W.

Pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku mengaku curiga karena anaknya yang masih berusia 14 bulan terus menangis secara tidak wajar setiap hari.

Pelaku menduga kondisi tersebut disebabkan oleh ulah saksi W yang disebut telah mengguna-gunai anaknya.

Pelaku kemudian mendatangi saksi W.
Saat itu korban Sus berusaha membela saksi W, sedangkan ibu pelaku yang juga berada di lokasi berupaya melerai pertengkaran.

Namun pelaku justru pulang ke rumah untuk mengambil sebilah sabit yang berada di dapur.

Dengan membawa sabit, pelaku kembali menuju rumah saksi W.
Di lokasi, pelaku bertemu dengan korban Sus lalu menendang dan membacok bagian kepala korban.

Anak korban, Nu, juga terkena sabetan senjata tajam hingga mengalami luka di tangan.

Nu kemudian berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga.
Tak lama kemudian, saksi Hen, saksi Bay, dan sejumlah warga datang ke lokasi.

Warga kemudian mengamankan pelaku serta membawa kedua korban ke RS Bhayangkara Kediri untuk mendapatkan perawatan.

"Atas kejadian tersebut, korban Su mengalami luka bacok di kepala, dan korban Nu mengalami luka bacok di tangan. Guna pemeriksaan lebih lanjut, beberapa barang bukti turut diamankan seperti sebilah sabit yang masih ada bekas darah, baju pelaku yang ada noda darah, sampel darah dan Visum dari RS Bhayangkara Kediri," tandas Aiptu Fredy. (uji/van)