Ringkasan Berita
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang meluas dipicu oleh kombinasi fenomena Godzilla El Nino dan kondisi lahan gambut yang rusak akibat pembukaan lahan oleh perusahaan.
- Pemerintah dianggap lambat mengambil langkah antisipasi meski fenomena El Nino sudah diingatkan para akademisi berbulan-bulan sebelumnya, serta dinilai tidak membatasi pembukaan lahan gambut.
- Lahan gambut yang sudah dibuka dan mengering menjadi sangat mudah terbakar, sehingga karhutla kerap terjadi di lokasi yang sama setiap tahun dan sulit dikendalikan.
- Jika Godzilla El Nino berlanjut hingga akhir September, karhutla diprediksi akan semakin sulit dipadamkan, sehingga diperlukan ketegasan pemerintah dan perusahaan untuk mencegah pengulangan.
BANGSAONLINE.com – Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Iqbal Damanik, menguak alasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang kian meluas. Menurutnya, kondisi ini sudah bisa diprediksi sejak beberapa bulan sebelumnya.
Iqbal mengatakan semakin parahnya karhutla yang terjadi di Kalimantan tak lepas dengan hadirnya Godzilla El Nino.
“Ini karena ketemu dengan Godzilla El Nino. Kehadiran Godzilla El Nino ini sebenarnya sudah diingatkan berbulan-bulan lalu oleh para akademisi, tapi kita tidak ambil langkah cepat untuk mengatasinya,” ungkap Iqbal dalam akun Instagram miliknya, dikutip Jumat (28/8/2026).
Selain karena fenomena Godzilla El Nino, lanjut Iqbal, cepat meluasnya karhutla juga karena kondisi lahan gambut yang telah rusak. Hal ini dikarenakan perusahaan-perusahaan tak bertanggung jawab yang membuka lahan hingga mengakibatkan wilayah terbuka sehingga gambut mengering.
“Jadi jika rawa gambut ini kita buka, dia jadi kering dan gampang terbakar. Ketika gampang terbakar dia akan sulit dikendalikan,” jelasnya.
“Kalau kita buka lebih jauh mencari penyebabnya, karena pemerintah sendiri tak membatasi perusahaan membuka lahan gambut dan tidak melindungi kawasan gambut yang layak dilindungi,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, Iqbal mengatakan alasan karhutla selalu terjadi hampir di lokasi yang sama setiap tahunnya karena lahan gambut di wilayah tersebut sudah kering, sehingga sangat mudah terbakar.
Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya lantaran Greenpeace yang selalu berupaya untuk memadamkan karhutla. Prediksi Iqbal, jika Godzilla El Nino berlanjut hingga akhir September, maka karhutla akan lebih susah dipadamkan.
Oleh sebab itu, dia mengingatkan pentingnya ketegasan pemerintah dan perusahaan terkait agar hal serupa tidak terjadi berulang setiap tahun. (msn)










