PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang belum padam sejak Kamis (3/9/2026) membuat BPBD Jatim mengerahkan personel dan helikopter water bombing.
Respons tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan penanganan karhutla Gunung Ijen, menyusul permintaan BKSDA dan Bupati Banyuwangi melalui penerbitan Status Tanggap Darurat.
"Helikopter yang sebelumnya melakukan aksi water bombing di kawasan Gunung Semeru, mulai hari ini, kita geser ke Ijen, untuk membantu percepatan," ujar Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, di sela kegiatan dropping air bersih di Pasuruan, Minggu (6/9/2026).
Pada Minggu (6/9/2026), aksi water bombing menggunakan Helikopter PK-DAP berkapasitas 1.000 liter hanya dapat dilakukan sebanyak dua kali dengan total curahan air 2.000 liter.
Keterbatasan penerbangan tersebut disebabkan kondisi angin di kawasan Gunung Ijen yang sangat kencang serta cuaca berkabut tebal.
"Kami juga menerjunkan sejumlah personel untuk bergabung dengan tim darat yang akan melakukan penyisiran lewat darat," terang Kalaksa Gatot Soebroto.
Selain personel, BPBD Jatim juga membawa sejumlah logistik dan peralatan, di antaranya 10 unit alat gepyok, 12 pcs fire ball, tiga unit jet shooter, serta sejumlah alat pelindung diri (APD).
Saat ini, tim darat difokuskan pada titik api di sebelah barat Kawah Ijen dengan mempertimbangkan kondisi medan dan aksesibilitas menuju lokasi. Penanganan dilakukan secara manual pada area yang memungkinkan untuk dijangkau.
Hingga saat ini, terdapat dua lokasi yang masih menjadi sasaran pemadaman tim gabungan, yakni Gunung Merapi Ungup-Ungup, Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dan Dusun Curahmacan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.
Selain itu, tim gabungan BPBD Jatim juga telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai alternatif lain untuk mempercepat penanganan karhutla dan kekeringan.
Kegiatan OMC dilaksanakan pada pukul 13.12 WIB sebanyak satu sorti dengan menggunakan pesawat CASA NC212/A-2104. Sebanyak 800 kilogram NaCl telah disebar di wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Untuk meminimalkan risiko terhadap para pengunjung, sejak 4 September 2026 Taman Wisata Alam Kawah Ijen di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi juga telah ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Jatim, hingga saat ini luas lahan terdampak karhutla Gunung Ijen telah mencapai sekitar 20 hektare. (dev/van)










