Kubu Gus Kikin Menang Telak dalam Peta Kekuatan Voting Pleno III

JOMBANG, BANGSAONLINE.com-Nama KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) semakin berkibar sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang sejak Kamis 27 Agustus 2026. Rencananya perhelatan akbar warga NU itu akan berlangsung hingga Senin 31 Agustus 2026 besok.

Pantauan BANGSAONLINE di lapangan, kekuatan suara Gus Kikin diprediksi jauh melampaui suara calon incumbent KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Ini terlihat dari peta kekuatan voting dalam sidang pleno III Muktamar ke-35 NU yang memutuskan mekanisme pemilihan ketua umum PBNU berubah. Jika dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung ketua umum PBNU dipilih langsung oleh muktamirin atau PCNU dan PWNU, maka dalam Muktamar ke-35 NU sekarang dipilih melalui penunjukan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa).

Voting sidang pleno III itu dilakukan pada Ahad (30/8/2026) dini hari di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Berang Jombang.

Dari hasil perhitungan voting itu kelompok yang menginginkan mekanisme pemilihan ketua umum PBNU berubah dan ditunjuk oleh Ahwa menang telak. Yakni mendapat 401 suara.

Informasi yang diterima BANGSAONLINE di lokasi, kelompok pendukung perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU itu adalah para pendukung Gus Kikin.

Sedangkan kelompok yang menginginkan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU tetap atau tak berubah meraih 150 suara.
“Mereka ini kelompok atau kubu pendukung Gus Yahya. Mereka menghendaki sistem pemilihan tetap seperti pada Muktamar ke-34 NU di Lampung,” ujar sumber itu lagi.

 Sementara 1 (satu) suara abstain atau tak sah. Total 552 suara.

“Dari peta kekuatan voting ini sudah bisa diprediksi bahwa Gus Kikin di atas angin,” ujar seorang peserta sidang pleno III yang membidangi komisi organisasi kepada BANGSAONLINE Ahad (30/8/2026) dini hari.

Informasi yang diterima BANGSAONLINE, tren kemenangan Gus Kikin ini sudah merebak di lokasi Muktamar ke-35 NU yang akan berakhir Senin (31/8/2026) besok. Bahkan sejumlah lobi-lobi dilakukan secara intensif.

“Tinggal kita menunggu siapa calon Rais Aam yang kuat dan bisa diterima semua pihak,” ujar peserta sidang pleno III itu lagi.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, sejumlah nama mencuat sebagai calon ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur. Mereka antara lain, KH Abdul Hakim Mahfudz (Ketua PWNU Jatim), KH Yahya Cholil Staquf (ketua umum PBNU), KH Abdul Ghaffar Rozin (Ketua PWNU Jateng), KH Zulfa Muzthafa (Ketua PBNU), KH Yusuf Chudlori (mantan ketua DPW PKB Jateng) dan KH Abdus Salam Shohib (mantan Wakil Ketua PWNU Jatim).

Sempat muncul juga nama Prof Dr Nazarurrin Umar (Menteri Agama) tapi kemudian mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum PBNU.

Gus Kikin sendiri punya komitmen untuk mengaktualisasi kembali Qanun Asasi NU yang ditulis Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari, pendiri NU sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng. 

"Mohon saya diberi waktu untuk mensosialisasikan Qanun Asasi NU. Saya akan keliling Indonesia," ujar Gus Kikin kepada BANGSAONLINE beberapa waktu yang lalu.

"Hadratussyaikh selalu menekankan persatuan, merangkul semua pihak," ujar cicit Hadratussyaikh yang sekarang pengasuh Pesantren Tebuireng itu seperti dikutip BANGSAONNLINE.