JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Panitia Muktamar NU 2026 tengah mempelajari rekaman CCTV terkait insiden masuknya sejumlah orang ke area tempat berlangsungnya sidang pleno. Dalam kejadian tersebut, beberapa orang disebut sempat masuk ke area sidang dan terjadi kerusakan pada fasilitas pendingin ruangan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Saifullah Yusuf, menyebut insiden tersebut tidak berlangsung lama dan situasi berhasil dikendalikan. Saat ini, rekaman CCTV masih ditelusuri untuk memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman atau terdapat unsur kesengajaan.
"Enggak, itu mungkin kesalahpahaman saja. Kita sudah pantau semua CCTV, sekarang sedang dipelajari apakah ada unsur kesengajaan atau memang kebetulan saja beberapa orang masuk," kata Saifullah Yusuf di lokasi Muktamar Minggu (30/8/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah orang tiba-tiba masuk dari sisi area tempat berlangsungnya sidang pleno. Dalam kejadian itu, AC yang terpasang di lokasi sempat mengalami kerusakan.
"Tiba-tiba ada beberapa orang masuk dan sempat merusak AC yang dipasang di sana. Tapi semuanya bisa diamankan oleh panitia. Hanya sekitar beberapa menit dan setelah itu kemudian terkendali," jelas Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf.
Selain insiden tersebut, aksi penyampaian aspirasi juga berlangsung di sekitar lokasi Muktamar. Panitia menilai aksi tersebut sebagai bagian dari penyampaian aspirasi yang tetap dapat dipahami selama dilakukan dengan tertib.
"Di depan ini tadi ada semacam unjuk rasa yang menurut saya bisa kita maklumi, kita pahami sebagai bagian untuk menyalurkan aspirasi," ujarnya.
Menurutnya, dinamika yang terjadi selama Muktamar merupakan bagian dari proses organisasi. Ia meyakini NU memiliki mekanisme musyawarah untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.
"Kita semua yakin bahwa Nahdlatul Ulama punya cara untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di Muktamar ini," ungkapnya.
Panitia memastikan rangkaian Muktamar tetap berjalan sesuai agenda. Sejumlah tahapan penting, termasuk proses penentuan anggota AHWA hingga pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, terus dipersiapkan.










