JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Lepas dari posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, semakin mantap melebarkan kiprah kepemimpinannya di ranah internasional.
Ia kini memusatkan energi pada diplomasi perdamaian lintas iman dan pengembangan gagasan Humanitarian Islam.
Misi global tersebut ditopang oleh sejumlah organisasi yang dibidani Gus Yahya, di antaranya Center for Shared Civilizational Values (CSCV) yang berperan sebagai pengelola administrasi permanen forum Religion of Twenty (R20).
Forum ini menjadi wadah pemuka agama dunia merumuskan landasan moral peradaban masa depan.
Inisiatif itu juga diperkuat oleh Bayt ar-Rahmah, yayasan nirlaba berbasis di Amerika Serikat yang didirikan Gus Yahya.
“Di luar CSCV, saya turut mendirikan lembaga keagamaan internasional berbasis di Amerika Serikat yang bernama Bayt ar-Rahmah,” ungkapnya saat menerima kunjungan Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU), Senin (31/8/2026).
Agenda terdekat, Gus Yahya dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat pada Desember mendatang untuk dialog bersama tokoh agama dunia.
Berakhirnya masa kepemimpinan di PBNU disebut memberi ruang lebih luas bagi Gus Yahya merangkul ulama, intelektual, dan penggerak perdamaian internasional.
Dalam pertemuan tersebut, YANMU menegaskan komitmen berkolaborasi dengan Gus Yahya dalam berbagai aktivitas keumatan.
“Kami berkomitmen mempertahankan kerja sama program bersama Gus Yahya ke depannya,” ucap Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H Baswara.
YANMU dikenal sebagai organisasi kemanusiaan independen yang bergerak di bidang pengabdian sosial, pelayanan kesehatan masyarakat, serta kegiatan dakwah. (aan/mar)










