Dua kelompok pengurus Partai Golkar, yakni Idrus Marham (kiri), Agung Laksono (dua dari kiri), Aburizal Bakrie (dua dari kanan), dan Zainuddin Amali (kanan), bersama Jusuf Kalla (tengah) berpegangan tangan sebagai tanda islah Partai Golkar di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (30/5/2015). foto: KOMPAS/ INDRA AKUNTONO
Leo menegaskan Munas akan digelar dalam waktu dekat. Dalam tenggang menuju pelaksanaan dia meminta kubu Ical melunak. "Pak Ical bukalah pintu hatimu, jangan korbankan Golkar demi kepentingan pribadimu dan kelompokmu. Saya pastikan Munas dalam satu atau dua bulan, maksimal dalam waktu tiga bulan Munas akan dilaksanakan. Biarin saja, nanti kami naikkan langsung ke menteri," ujarnya.
Leo mendesak pula agar baik Agung maupun Ical tidak mencalonkan diri lagi dalam Munas Mendatang. Sebab jika nahkoda partai tidak diserahkan pada kaum muda, sengketa internal akan terulang.
"Saya dengan tegas katakan biarkan mundur Agung Laksono dengan Aburizal, berikan pada generasi muda. Bila tidak maka mereka inilah yang tidak mau Golkar besar," tuturnya.
Di sisi lain, Sekjen Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham menegaskan bahwa saat ini tak ada kekosongan pengurus dalam partai berlambang Beringin tersebut. Idrus mengklaim meski SK Munas Ancol sudah dicabut Menkum HAM dan SK Munas Riau sudah habis masa berlakunya, lantas yang legal ialah hasil Munas Bali.
"Sama sekali tidak ada kekosongan. Pengadilan negeri sudah memutuskan bahwa Munas Ancol itu adalah tidak sah, Munas Bali lah yang sah. Tidak ada kekosongan sama sekali," kata Idrus.
Idrus berujar bahwa Munas Riau sudah membentuk Munas ke-9, yaitu Munas Bali. Sedangkan yang menjadi nahkoda partai ialah Ical. Maka dari itu menurut Idrus, ada kemungkinan Menkum HAM akan mengesahkan kubu Munas Bali.
"Kita konsolidasi saja nanti, kita akan akomodasi kelompoknya Pak Agung dalam struktur kepengurusan kita yaitu hasil Munas Bali. Itu kan putusan pengadilan yang berlalu secara serta-merta," tuturnya.
Idrus juga merasa tak masalah dengan adanya pembentukan Tim Tujuh dari kubu Agung Laksono. Namun sebelum menyambut kerja Tim Tujuh, kubunya akan segera melakukan rapat konsultasi nasional terlebih dahulu.
"Masalah Munas, tanggal 4 (Januari) kita akan melaksanakan konsultasi nasional untuk menentukan bagaimana rapat pimpinan. Rapat pimpinan nasionallah yang menentukan langkah-langkah lebih lanjut. Itu rapat konsultasi. Itu akan kita konsultasikan kapan saat yang tepat untuk melakukan Rapimnas," pungkasnya. (mer/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




