Mantan Pengurus Gafatar Akui Pergerakan di Kalimantan, Camat & Lurah Dilarang Beri Fasilitas

Ia juga tidak sependapat apabila ada orang yang berasumsi bahwa Gafatar merupakan aliran sesat. ''Saat ini Gafatar sudah bubar sejak Agustus tahun 2015 dan sudah tidak ada lagi di sini, serta tidak ada nama lain setelah Gafatar bubar,'' katanya.

Terkait perubahan nama Gafatar menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam, hal ini juga dibantah. Setelah bubar, kata dia, mereka kembali kepada pribadinya masing-masing. Menurutnya, Gafatar tetap berpedoman kepada kitab suci Alquran dan kitab-kitab sebelumnya.

Disinggung dugaan adanya orang yang menghilang untuk ikut Gafatar seperti yang terjadi baru-baru ini, Budi menanggapi bahwa kemungkinan mereka memiliki keyakinan tersendiri untuk ikut organisasi tersebut.

''Walaupun mereka semua rela meninggalkan keluarganya, dan tidak ada paksaan bagi mereka semua,'' jelasnya. Budi juga mengatakan kemungkinan besar mereka yang menghilang tersebut berada di Kalimantan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: