Senin, 10 Mei 2021 05:15

Dana Desa Berpotensi Ganggu Independensi Jurnalis

Kamis, 21 Januari 2016 00:35 WIB
Dana Desa Berpotensi Ganggu Independensi Jurnalis

BONDOWOSO, BANGSAONLINE.com - Penyaluran dana desa dari Pemerintah Pusat ke setiap desa dinilai Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) berpotensi mengganggu independesi jurnalis. Sehingga, banyak keluhan dari kepala desa terkait perilaku jurnalis di lapangan.

Anggota Majelis Etik AJI Jember, Mahbub Djunaidi mengatakan, gangguan tersebut bisa berupa pelanggaran kode etik individu ketika berinteraksi dengan sumber berita ataupun pelanggaran secara konstitusional.

"Potensi itu tetap ada. Misalnya individu seperti menerima amplop atau menerima sesuatu dari narasumber dengan maksud tertentu. Atau bahkan medianya dibentuk dengan tujuan tertentu," ujarnya, kemarin.

Menurutnya, ada banyak faktor mengapa pelanggaran masih selalu terjadi di kalangan jurnalis. Hal ini selain karena kompetensi wartawan yang belum baik. Hal tersebut juga bisa terjadi karena lingkungan, di mana sumber berita atau narasumber juga belum sepenuhnya menghargai dan mengontrol profesi jurnalis.

BACA JUGA : 

Jelang Lebaran, PWI Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Sopir Angkot

Pengurus PWI Ngawi Resmi Dilantik

PWI dan IJTI Kota Mojokerto Gelar Teatrikal Kecam Aksi Kekerasan, Forkopimda Lepas Merpati

IJTI, AJI, dan PWI Gelar Aksi Solidaritas Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Tempo

"Saya berharap kepada teman-teman wartawan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang mengakibatkan pelanggaran kode itik, wartawan harus benar-benar independen," harapanya.

Hal senada dikatakan Ketua Persatuwan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso, Sugianto. Ia mengatakan bahwa potensi penyalahgunaan profesi tetaplah ada. Namun pihaknya optimis bahwa saat ini Kepala Desa dan perangkatnya sudah bisa mengetahui mana wartawan yang benar–benar melakukan tugas peliputan dan wartawan yang datang dengan niatan tertentu.

"Potensi wartawan menyalahgunakan profesi pasti ada. Tapi kami PWI sudah mendorong agar wartawan mengikuti Uji Kompetensi. Ini yang akan menjadi pembeda di narasumber," ujarnya.

Ia menambahkan, PWI maupun AJI mempersilahkan kepada kepala desa atau perangkatnya untuk melaporkan jika menemui adanya pelanggaran etik yang dilakukan jurnalis saat melakukan tugas peliputan. Laporan tersebut bisa dilayangkan kepada media yang bersangkutan atau ke organisasi profesi untuk diproses. (gik/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...