Gunung Semeru. foto: ikhsan mahmudi/ surabaya post
"Selain itu, teramati juga 10 kali hembusan dan sekali tektonik jauh," katanya. Lanjutnya, terpantau cuaca terang, angin tenang dan suhu berkisar 24 derajat celcius. Sehingga pengamatan visual Gunung Semeru dari Pos PGA Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro tampak jelas.
Dengan hasil pengamatan vulkanik ini, Hendro Wahyono menegaskan bahwa sejauh ini aktivitas vulkanik gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini masih berstatus waspada (level II).
"Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik meski terjadi letusan dan hembusan berulang dalam 24 jam terakhir. Status vulkanik Gunung Semeru masih waspada. Dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan," katanya.
Hendro Wahyono bersama personil BPBD Kabupaten Lumajang juga melakukan pemantauan langsung di jalur lava yang dilaporkan sudah terjadi guguran material pijar pagi tadi. Hasilnya, dipastikan kondisi di lokasi juga tetap aman.
"Guguran material vulkanik dari puncak Gunung Semeru merupakan aktivitas biasa saja. Dimungkinkan itu dampak hujan deras yang mengguyur puncak Semeru. Sebab dari laporan pengamat di PGA Gunung Semeru, puncak Semeru juga diguyur hujan deras. Sementara, material vulkanik yang bertumpuk di puncak terus bertambah volumenya. Akhirnya, material itu yang meluncur turun di jalur lava menjadi guguran," pungkasnya. (ssn/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




