DPRD Gresik Minta SKPD segera Realisasikan Renja APBD 2016

DPRD Gresik Minta SKPD segera Realisasikan Renja APBD 2016 Nur Saidah, Wakil Ketua DPRD Gresik. Foto: syuhud almanfaluti/ BANGSAONLINE

Nur Saidah menyatakan, DPRD Gresik juga berharap, Pemkab Gresik di bawah kepemimpinan duet Sambari-Qosim (Bupati-Wabup) pasca dilantik nanti, program/kegiatan yang telah dituangkan dalam Renja, semuanya bisa direalisasikan. Terlebih, program yang masuk dalam kampanyenya.

"Hingga sekarang masih ada beberapa program yang belum bisa direalisasikan oleh pemerintah yang telah dijanjikan kepada masyarakat saat mereka berdua kampanye," paparnya.

Sebagai contoh, kata Nur Saidah, program penanganan banjir di wilayah perdesaan akibat dampak meluapnya Kali Lamong. Mungkin kalau di perkotaan banjir pada musim hujan sudah bisa diminimalisir seiring digalakkan program pemasangan box culvert di saluran-saluran (pembuangan) air perkotaan.

"Namun, untuk penanganan banjir di pedesaan belum bisa direalisasikan. Terbukti, Kali Lamong setiap tahun musim hujan masih kembali meluap dan menimbulkan korban ribuan rumah terendam dan ratusan hektar areal pertanian juga ikut terendam, sehingga mengakibatkan kerugian material miliaran rupiah. Belum lagi adanya kerugian jiwa, dengan meninggalnya beberapa warga akibat terseret arus banjir," kritik Nur Saidah.

Selain itu, persoalan kemiskinan dan angka pengangguran yang masih tergolong tinggi meskipun pemerintah mengklaim pengangguran di Gresik tinggal di bawah angka 13 persen pada tahun 2015.

"Mudah-mudahan, dengan banyaknya terobosan dan inovasi baru yang digagas duet Sambari-Qosim seperti pembanguanan pelabuhan internasional, smelter freeport dan lainnya bisa menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru. Sehingga bisa menjawab PR (pekerjaan rumah) bisa mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan bisa menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Gresik," pungkas Nur Saidah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO