Para gay pelajar tak hanya datang dengan pasangan masing-masing. Bahkan menurutnya, banyak di antara mereka yang sengaja mencari pasangan di lokasi itu. ”Ketemuan, cocok dan langsung tembak. Tapi kalau hari Sabtu, jumlahnya tidak terhitung dan memang aman-aman saja,” tukasnya.
Lebih jauh RB menyebut, Kota Mojokerto menjadi sentral pertemuan para gay dari beberapa wilayah tetangga, baik Sidoarjo, Gresik, Jombang dan Mojokerto. Karena menurutnya, di wilayah ini cukup mudah untuk mencari pasangan gay. Terlebih, banyak gay dari kalangan pelajar yang menjadi daya tarik sendiri bagi kaum gay berumur.
Pasangan gay dari kalagan pelajar di Mojokerto lanjut RB, sebenarnya mulai tumbuh sejak tahun 2012 silam. Sejak itu, jumlah pasangan gay yang rata-rata duduk di bangku SMA tersebut terus bertambah. Sejak pertengahan tahun lalu kata dia, mereka sudah mulai berani melakukan hubungan seks di tempat terbuka.
”Dulu di bekas pemandian Tirta Suam. Sekarang pindah di Tirta Asri atau di kalangan gay sering disebut bor-boran,” tukasnya.










