Ke depan, pihaknya bersama TNI dan Perhutani akan melakukan penjagaan sekaligus pengawasan di area itu, untuk mencegah terjadinya lagi aksi penambangan ilegal.
Sabilul Alif menegaskan, tidak ada oknum aparat, Polisi, TNI, dan Perhutani, yang menjadi tameng penambang emas liar seperti isu yang berkembang selama ini. Menurutnya, isu ada tameng penambangan emas liar yang berkembang selama ini sengaja diciptakan para penambang untuk melegitimasi atau memudahkan penambangan.
Pihaknya bersama Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Infanteri Muhammad Nas dan Kepala Perhutani Jember Johan menegaskan, jika sampai saat ini tidak ada oknum yang terlibat dengan aksi penambangan emas liar tersebut. Operasi penutupan lubang itu dilakukan dengan menutup ratusan lubang bekas galian tambang, membongkar warung, dan tempat parkir yang berdiri di sepanjang jalan menuju lokasi tambang.
Tim gabungan juga merazia pemilik mesin gelondong pengolah hasil tambang di rumah-rumah warga. Pihak muspika melibatkan babinsa dan babinkamtibmas juga sudah menyosialisasi kepada masyarakat sekitar terhadap penutupan tambang ilegal ini. Bahkan, masyarakat yang terlibat pada penampungan dan pengolahan hasil tambang emas ini sudah diimbau agar segera menyerahkan peralatannya, apabila tidak maka akan disita dan diproses sesuai ketentuan hukum.










