Objek wisata Khayangan, Wonogiri. foto: ist
Tanpa perasaan curiga, Agung dan Ambar, langsung tancap gas melanjutkan perjalanan pulang. Setelah beberapa saat beristirahat di kediamannya masing-masing, keduanya berniat mengabarkan kedua korban ke rumahnya.
Kaget bukan kepalang, ketika anggota keluarga korban mengatakan kalau Hadi dan Didik belum menampakkan batang hidungnya sejak berpamitan menuju Tawangmangu. Mendapati ada firasat kurang baik, kedua teman korban bersama anggota keluarga, berniat mencari korban di objek wisata Khayangan.
"Kedua saksi sempat mendapati sepeda motor milik kedua korban tengah terparkir di penitipan sepeda motor, wisata Khayangan. Akan tetapi keduanya tidak ada di lokasi," cerita Tri pada wartawan.
Perasaan cemas mulai menghantui keluarga korban. Apalagi, sempat ada kabar, kalau Hadi dan Didik hilang digondol genderuwo dan wewe gombel saat melakukan ritual. Tanpa pikir panjang, mereka lantas bergegas mendatangi Mapolsek Tirtomoyo dan melaporkan hilangnya kedua warga Punung tersebut di objek wisata Khayangan.
Sejurus kemudian, beberapa anggota Polsek Tirtomoyo dengan dibantu tim SAR Tirtomoyo, meluncur ke lokasi kejadian guna melakukan olah TKP dan mencari keberadaan korban.
"Sejumlah anggota Polsek bersama masyarakat sekitar Khayangan, masih berupaya mencari keberadaan korban yang diperkirakan hanyut oleh derasnya aliran sungai atau terperosok dalam semak belukar diarea perbukitan sekitar Khayangan," tandasnya. (yun).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




