Deadline Hari ini, Nasib 10 WNI Belum Jelas, Pangkostrad: Kami Tunggu Perintah

Deadline Hari ini, Nasib 10 WNI Belum Jelas, Pangkostrad: Kami Tunggu Perintah Komando Pasukan Khusus (Kopassus)

"Itu cara paling praktis, karena negosiasi, diplomasi itu butuh waktu," tambah Adriana.

Sementara Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi menyatakan, masalah keterlibatan Indonesia dalam pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf masih menunggu isyarat dari Pemerintah Filipina.

"Kita hanya menunggu isyarat saja dari Pemerintah Filipina apakah mau dilibatkan atau tidak," sebut mantan panglima Kodam I Bukit Barisan saat menggelar latihan gabungan (latgab) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (4/4), melalui siaran persnya yang diterima pada Kamis (7/4).

Ia mengemukakan, saat ini Pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dan koordinasi dengan Pemerintah Filipina sekaitan dengan 10 WNI yang disandera kelompok separatis bulan Maret 2016.

Edy Rahmayadi menjelaskan belum adanya kepastian melibatkan RI melakukan langkah-langkah pembebasan 10 WNI itu maka dianggap Pemerintah Filipina masih mampu menanganinya dan siap mempertanggungjawabkannya.

"Kita (TNI--Red) kan hanya pelaksana negara. Jika diperintahkan, maka bersedia setiap saat melakukan apa saja sesuai dengan perintah negara," ucap dia seraya menyatakan keberadaan PPRC yang melakukan latgab di Kota Tarakan memang memiliki kemampuan membebaskan sandera dalam segala kondisi alam.

Pangkostrad mengungkapkan, rekam jejak pasukan khusus TNI dalam pembebasan sandera sudah terbukti dengan hasil yang menggembirakan, yakni pada operasi pembebasan kapal Sinar Kudus dan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di Somalia.

Pada saat, kata dia, Pemerintah Somalia mengirimkan sinyal tidak mampu lagi sehingga meminta Pemerintah Indonesia turun tangan melakukan operasi militer.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan kondisi 10 WNI yang disandera dalam kondisi baik-baik saja.

Retno mengaku terus memantau perkembangan kasus penyanderaan tersebut. Karena itulah pemerintah bisa mengetahui keadaan 10 WNI yang disandera ini.

"Berdasarkan info yang saya peroleh, keadaan sepuluh WNI masih baik," ujar Retno pada Kamis (7/4) seperti dilansir Tempo. "Semua pergerakan dan perkembangan termonitor dengan baik." (tic/det/wow/yah/lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO