ilustrasi
Menurut Sasmo Semin (60) seorang saksi mata warga Desa Kandangan mengatakan, sekitar pukul 08.30 WIB pagi itu dirinya diberitahu salah satu tetangganya bahwa ada mayat yang terseret arus di Kali Madiun.
Tanpa membuang waktu jelas Sasmo, dirinya langsung berusaha menghentikan jasad korban yang mulai membusuk tersebut dengan sebilah bambu.
“Tadi ada teriakan yang mengatakan ada mayat terseret banjir begitu saya dekati ternyata benar. Kemudian saya pinggirkan mayat itu dengan bambu panjang,” terang Sasmo Semin.
Selang beberapa menit kemudian tim medis bersama petugas Polsek Ngawi Kota demikian juga petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mendatangi lokasi penemuan mayat.
Setelah berkoordinasi dengan instansi terkait, korban dibawa ke Ponorogo untuk diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Korban meninggalkan anak yang masih berusia 3 tahun, sementara isterinya bekerja di luar negeri sebagai TKI. (po2/jar/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




