Tolak Berpangku Tangan, Perjuangan Mbah Ginah Bikin Terenyuh

Kasongan merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan para pengrajin gerabah. Dari situlah ia mulai berjualan menuju ke arah Kota Yogyakarta. Jarak tempuhnya tak main-main. Ia sanggup berjalan dari Kasongan, Bantul hingga ke kawasan Malioboro.

"Kalau beruntung ia bisa menumpang dengan tetangganya yang punya becak. Tapi kalau nggak ada ia terpaksa berjalan," ujar Dwiky, seorang anggota Komunitas Ketimbang Ngemis Yogyakarta yang berkesempatan menemui Mbah Ginah saat berjualan.

Jika dihitung-hitung jarak tempuh saat ia berjualan bisa mencapai sekitar 10 kilometer jauhnya. Itu ia lakukan dengan penuh keikhlasan, demi mencari satu atau dua orang yang mau membeli dagangannya.

Belum lagi sambil membawa barang dagangannya yang tak bisa dibilang ringan. Hanya dengan menggunakan caping sebagai pelindung kepala dari sengatan teriknya matahari. Sandal jepit sebagai alas kaki, dan menggendong beberapa celengan dengan menggunakan wadah bakul.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: