Sekelompok orang berusaha masuk dan membuat kisruh ke arena Munaslub Golkar saat sidang pertanggungjawaban Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Kabar ini langsung mendapat respons dari Ketua DPD I Partai Golkar Jambi, Zoerman Manap. Dia menegaskan, meskipun mendukung Setya Novanto di Munaslub ini, namun dirinya tidak menerima uang seperti yang tertulis dalam pesan singkat tersebut.
"Tidak ada (menerima uang). Malah ada SMS dari nomor enggak dikenal akan dapat uang kalau nyebutin nama calon," ucap Manap.
Dia sendiri mengaku tidak mempercayai kebenaran dalam pesan singkat yang beredar itu. Menurutnya, dukungan kepada Setya Novanto yang disampaikan di depan forum merupakan hasil kesepakatan seluruh DPD II di Jambi.
"Kita tentukan dengan kajian-kajian. Ada kesepakatannya, DPD I dan 11 DPD II se-Provinsi Jambi menandatangani. Kita sepakat mendukung Setya Novanto," tandasnya.
Sementara hingga malam kemarin, sebanyak 14 Dewan Perwakilan Daerah I dan Organisasi Sayap Golkar langsung menyatakan dukungannya ke Calon Ketua Umum Setya Novanto. Dukungan itu dibacakan saat menanggapi laporan pertanggungjawaban Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar.
Pernyataan dukungan secara terbuka itu pertama kali dibacakan oleh Ketua DPD I Golkar Jambi Zurman Manaf. "Dukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar," kata dia.
Pernyataan itu langsung membuat ricuh suasana Munaslub. Tim Sukses Airlangga Hartanto, Melcias Marcus Mekeng, mengatakan pernyataan itu bisa mempengaruhi DPD lain dan DPD II Tingkat Kota atau Kabupaten. "Ini bukan forum kampanye," katanya.
Begitu juga dengan Wakil Sekretaris DPD II Kota Cilegon, Mochammad Nasir, yang marah ketika Ketua DPD I Banten Ratu Atut menyatakan dukungannya ke Novanto. "Kami beda sikap. Dukung Ade Komarudin," katanya. Ade merupakan Calon Ketua Umum Golkar. (mer/tic/rol/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




