"Biasanya memang parcel dan bingkisan banyak beredar jelang hari raya, dan dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk menjual produk yang sebenarnya sudah tak layak konsumsi. Oleh karena itu pengawasan perlu diintensifkan," imbuhnya.
Sementara itu Harni Setyorini, Kabid P2PL Dinas Kesehatan kota Blitar menjelaskan sidak tersebut menyasar 10 toko dan swalayan di kota Blitar. Ia mengatakan sidak seperti ini sudah rutin setiap tiga bulan sekali oleh Dinkes. Namun menjelang hari raya Idul Fitri ini sidak memang lebih diintensifkan.
"Ini sebenarnya rutin kami laksanakan, namun untuk menjelang hari raya memang lebih kami intensifkan lagi," jelasnya
Lanjut Harni, setelah ditemukan produk makanan yang tak layak konsumsi petugas meminta kepada pedagang yang bersangkutan untuk menarik mamin tersebut dari peredaran. Karena jika dibiarkan, hal itu membahayakan konsumen.










