Papan duga di TBS Bojonegoro. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno menuturkan, curah hujan di wilayah Bojonegoro dan daerah lainnya memang tinggi. Hujan sejak tiga hari ini, kata dia, membuat air Sungai Bengawan Solo mulai naik.
Selain itu, lanjut dia, naiknya air Bengawan Solo juga dipicu kiriman air dari 18 anak Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mulai Kali Prudung di Kecamatan Padangan, Kali Gandong di Kecamatan Purwosari, Kalitidu di Kecamatan Kalitidu, Kali Mayang di Kecamatan Kalitidu, dan sejumlah anak Sungai Bengawan Solo lainnya.
“Selain itu curah hujan di daerah hulu juga cukup tinggi. Air kiriman dari daerah hulu itu membuat debit air di daerah hilir yaitu Bojonegoro merambat naik,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat Bojonegoro khususnya yang tinggal di bantaran bengawan untuk waspada dan hati-hati. Selain itu, pihak BPBD juga sudah mulai melakukan koordinasi dengan muspika dan kepala desa yang wilayahnya dekat dengan Bengawan Solo.
Banjir Bengawan Solo di Bojonegoro mengancam sedikitnya 634 desa yang tersebar di 11 Kecamatan. Ratusan desa itu tenggelam saat air Bengawan Solo meluap. Selain itu ratusan hektare lahan pertanian dan fasilitas umum juga tak luput dari banjir. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




