"Kami minta rute pelayaran Jangkar-Raas ditambah, Sebab jika tidak, kami dan ribuan masyarakat lainnya yang hendak lebaran di Raas jadi tertunda. Masak kita harus menunggu selasa depan mas untuk nyebrang," tuturnya
Pantauan BANGSAONLINE, sejak Senin (20/6) ratusan penumpang terlihat menunggu jadwal pelayaran rute Jangkar - Raas. Di antaranya dari mereka bahkan ada yang menginap di ruang tunggu pelabuhan. Saat pihak pelabuhan membuka penjualan tiket pelayaran, Selasa (21/6) pagi, ratusan calon penumpang yang sejak sehari sebelumnya menunggu itu langsung saling berdesakan untuk mendapatkan tiket.
Namun, pihak pelabuhan yang membatasi hanya 116 penumpang dan 30 sepeda motor membuat ratusan penumpang lainnya tidak kebagian tiket. Mereka pun terlihat emosi dan keleleran di sekitar Pelabuhan Jangkar. Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, sejumlah personel kepolisian disiagakan di lokasi pelabuhan.
"Syahbandar ini aneh, kapal besar (fery, Red) dibatasi 116, sementara kapal kayu muat 200 sampai 300 itu tetap diperbolehkan berangkat, padahal kapalnya lebih kecil dan lebih berbahaya. Saya minta satu hari ini segera ada solusi," pungkas Syaiful Bahri










