Ia juga menceritakan kepindahan kantor DPW PKB ke gedung Astranawa itu tidak tiba-tiba, namun langsung mendapat persetujuan dari Gus Dur.
"Gus Dur menginzinkan kantor PKB Jatim berkantor di Astranawa karena berdekatan dengan kantor PKB yang masih dalam pembangunan. Jadi kantor PKB Jatim itu ada di seberang Astranawa dan sekarang kondisinya mangkrak karena saya dipecat PKB," jelas Cak Anam.
Mantan ketua DPW PKB Jatim itu mengaku berang karena sekarang dituding menggelapkan aset PKB oleh Abdul Halim Iskandar selaku ketua DPW PKB Jatim saat ini. "Halim Iskandar itu membangunkan macan tidur dan ngajak perang. Oke, akan saya ladeni dan saya tak akan mundur sejengkal pun biarpun harus melawan partai yang pernah saya besarkan," tegas Cak Anam.
Lalu bagaimana respon PKB pimpinan Halim Iskandar? Sekretaris DPW PKB Jatim, Thoriqul Haq mengatakan bahwa gugatan perdata yang dilayangkan DPW PKB Jatim terhadap Cak Anam terkait kepemilikan gedung Astranawa untuk memastikan secara hukum status gedung Astranawa di pengadilan.
"Sekarang dalam proses menunggu keputusan PN Surabaya. Acara persidangan juga dilakukan secara transparan, terbuka dan semua orang bisa melihat langsung. Jadi PKB ingin mendapatkan kepastian hukum," jelas Thoriq.
Ketua Komisi C DPRD Jatim juga optimis dan percaya dari fakta hukum di persidangan hakim akan putuskan perkara dengan adil sesuai fakta hukum di persidangan.
"PKB menyadari dalam sengketa hukum akan ada pihak-pihak yang bicara rekayasa, menggiring opini dan mengandai-andai tak berdasarkan fakta. Tapi masyarakat sudah tahu semua pada logika hukum yang rasional," urai politisi asal Lumajang.
Ada dugaan PKB Jatim sengaja mencari sensasi dengan memperkarakan kepemilikan Gedung Astranawa oleh Cak Anam erat kaitannya dengan pencalonan Abdul Halim Iskandar dalam Pilgub 2018 mendatang. Pasalnya, beberapa pengurus DPW PKB Jatim, diantaranya wakil sekretaris DPW PKB Jatim, Fauzan Fuadi, saat dimintai komentar terkait perkara gugatan Astranawa selalu berkelakar kampanye gratis.
"Alhamdulillah diewangi kampanye gratis Holopis Kuntul Baris," ujar Fauzan Fuadi yang dulu dikenal sebagai loyalis Koiruddin Abbas, mantan sekretaris DPW PKB Jatim, tapi kini berubah jadi loyalis Halim Iskandar.(mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




