Bupati Tuban Minta JOB-PPEJ Tetap Bayar Kompensasi ke Warga Desa Rahayu

Bupati Tuban Minta JOB-PPEJ Tetap Bayar Kompensasi ke Warga Desa Rahayu Area Flare JOB-PPEJ yang disterilkan. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengisyaratkan agar pihak Joint Operating Body-Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ) tetap membayar dana kompensasi pada warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko akibat terdampak flare milik perusahaan operator minyak dan gas tersebut.

Alasannya, api dari flare JOB-PPEJ berdampak pada masyarakat. “Dari dampak flare itu berharap perusahaan tetap membeyar kompensasi ke warga,” terang Fathul Huda kepada BANGSAONLINE.com seusai melepas mahasiswa KKN Unirow di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (8/8)

Wakil Tanfidiyah PWNU Jawa Timur ini mempertanyakan sikap JOB-PPEJ yang mendadak memutuskan sepihak terkait kompensasi tersebut. Selain itu, ia juga mempertanyakan sikap JOB-PPEJ yang baru menginformasikan kepada warga baru-baru ini bahwa dana kompensasi tidak dianggarkan.

“Kok baru sekarang (memberi informasi), kenapa tidak sejak kemarin-kemarin,” ujar Fathul Huda.

"Jika dari awal pemberian kompensasi itu tidak sesuai aturan, seharusnya ada penejelasan dan disampaikan pada masyarakat sekitar. Sehingga, tidak akan terjadi gejolak seperti saat ini. Untuk itu, pemkab akan berusaha memediatori antara perusahaan dengan warga," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Rahayu, Sukisno, mengaku kecewa dengan pihak JOB-PPEJ yang tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab, selama ini JOB-PPEJ tidak pernah datang ke ke Desa Rahayu untuk menemui warga.

“Malah menerjunkan tim peneliti dari ITS tapi kami tidak mengetahui hasilnya seperti apa,” ungkap Sukisno.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO