MADINAH, BANGSAONLINE.com - Jamaah haji Indonesia yang mempunyai riwayat penyakit dan butuh perhatian khusus diberikan sebuah gelang sebagai penanda. Tanda berupa gelang berwarna terbagi tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau.
Ketua Tim Promosi dan Preventif, dokter Yan Bani Luza, melalui laman resmi Kemenag RI menjelaskan, ada tiga warna gelang jamaah haji, merah hijau dan kuning. Jamaah haji yang menggunakan salah satu dari ketiga warna tersebut harus sering diperiksakan oleh dokter kloternya masing-masing, baik dalam keadaan sehat maupun dalam kondisi kurang sehat.
Baca Juga: 9 Kantor Imigrasi di Jatim Permudah Pembuatan Paspor bagi Pekerja Migran Indonesia
Karena menurut dokter Yan, jamaah haji Indonesia lebih dari 60-70 persen adalah jamaah risiko tinggi (risti). Jamaah yang memakai salah satu dari ketiga warna tersebut harus sering diperiksa oleh dokter. Apabila terlambat mengantisipasi, kata dia, maka makin banyak yang jatuh sakit dan berakibat banyak yang meninggal.
Yang memakai gelang merah adalah jemaah yang butuh perhatian khusus dimana ia harus melakukan pemeriksaan ke dokter kloter dua hari sekali.
Begitupun dengan gelang yang berwarna kuning itu, jamaah haji juga harus berhati-hati, sehingga harus diperiksakan 3 hari sekali ke dokter kloter.
Baca Juga: Energi Sai untuk Perbaikan Spirit BLu Speed
“Kemudian yang hijau juga musti diperiksakan paling tidak
untuk jamaah tersebut diperiksakam 5
hari,” kata dokter Yan.
Oleh karena itu, dengan partisipasi dari
tenaga keseluruhan dari tim kesehatan dan semua berkolaborasi, maka kasus-kasus
yang risti bisa ditangani sesegara mungkin dan angka pesakitan dapat dicegah.
“Dengan partisipasi dari tenaga keseluruhan dari tim kesehatan dan semua berkolaborasi, maka kasus-kasus yang risti bisa ditangani sesegara mungkin dan angka pesakitan dapat dicegah,” pungkas dt Yan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News