Presiden Pecat Menteri ESDM Archandra Tahar, Pernah Sumpah Setia untuk AS

Presiden Pecat Menteri ESDM Archandra Tahar, Pernah Sumpah Setia untuk AS Archandra Tahar

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Kabar mengenai kepemilikan dua kewarganegaraan yang dimiliki Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar berimbas pada pemecatan yang bersangkutan. Senin (15/8) malam, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Negera, Pratikno didampingi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi mengumumkan pemberhentian Archandra Tahar di Istana Negara.

''Selanjutnya, Presiden menunjuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai pelaksana tugas Menteri ESDM,'' ujar Pratikno.

Menurutnya, pemberhentian Archandra Tahar berlaku efektif mulai hari ini (16/8). Sementara Luhut Panjaitan mengemban pelaksana tugas Menteri ESDM hingga ditunjuknya Menteri ESDM definitf oleh presiden.

Dengan pemberhentian tersebut, tercatat Archandra Tahar hanya menjabat sebagai Menteri ESDM selama 20 hari pasca dilantik Presiden.

Sebelumnya diketahui, Archandra Tahar resmi menjabat Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said era Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah dilakukan reshuffle kabinet kerja jilid II.

Namun, belum genap sebulan menjabat sebagai Menteri ESDM, Arcandra diisukan memiliki status warga negara Amerika melalui pesan yang beredar di aplikasi chatting whatsapp. 

Berbagai komentar pun terlontar dari sejumlah tokoh mengenai kewarganegaraan Archandra Tahar. Hampir sebagian besar meminta Archanda mundur apabila benar memiliki dua kewarganegaraan Amerika dan Indonesia.

Tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid (Gus Solah) meminta agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan dengan jujur status kewarganegaraannya.

"Saya minta yang bersangkutan mengatakan ke masyarakat sejujur-jujurnya untuk menunjukkan sikap ksatria," ujar Salahuddin Wahid saat di kantor Econit, Jalan Tebet Barat Dalam IV, Jakarta Selatan, Senin (15/8).

Hal tersebut diungkapkan Gus Solah sapaan akrab Salahuddin Wahid menyusul maraknya kesimpangsiuran informasi yang beredar di kalangan masyarakat.

"Yang jelas saya bingung, di satu pihak menteri Sekneg mengatakan yang bersangkutan masih WNI, di satu sisi Pak Wiranto bilang sudah melepaskan WNA-nya, tapi melepaskan kewarganegaraan tidak segampang itu," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang tersebut.

Adik kandung Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menambahkan, bahwa perlu adanya klarifikasi dari Arcandra Tahar mengenai hal tersebut. Agar semua dapat menjadi jelas dan tidak menjadi polemik baru.

"Saya juga enggak tau mestinya yang bersangkutan ngomong, kalo dia punya keberanian, kalo benar dia WNA, otomatis WNI-nya batal, saya juga enggak tau. Karena hukum memang sulit dipahami," imbuhnya.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengakui Menteri ESDM memang memiliki dua paspor.

"Beliau memang memiliki kewarganegaraan melalui paspor AS dan paspor WNI," kata Yassona di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II-A Cipinang, Jakarta Timur, Senin (15/8).

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO