Kantor PCNU Gresik.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Program pembangunan RS NU (Rumah Sakit Nahdlatul Ulama) dan PT NU (Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) yang diutarakan duet Bupati-Wabup Gresik, SQ (Sambari Halim Radianto-Moh.Qosim) saat kampanyenya pada Pilkada (pemilihan kepala daerah) Gresik tahun 2015, lalu, mulai diragukan sejumlah kalangan. Sebab, mustahil untuk mengambil dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) hingga puluhan miliar, bahkan ratusan miliar untuk pembangunan dua mega proyek besar tersebut.
"Sangat mustahil dan tidak mungkin SQ mewujudkan pembangunan RS dan PT NU yang bisa menyedot anggaran hingga puluhan miliar rupiah bahkan ratusan miliar akan diambilkan dari dana APBD," kata salah satu pejabat senior di lingkup Pemkab Gresik, Senin (5/9).
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
Menurut dia, warga Gresik, khususnya nahdliyin jelas akan menyambut suka cita rencana SQ jilid II yang akan membangun dua proyek monumental untuk membesarkan NU Gresik tersebut untuk memenuhi janji kampanyenya saat Pilkada. Namun yang menjadi pertanyaanya kemudian adalah, dari mana dana atau anggaran untuk mewujudkan project mercusuar itu.
Tapi, kalau menggunakan dana APBD jelas tidak akan mudah seperti membalik tangan. Sebab, sesuai aturan penggunaan dana APBD yang diperuntukan untuk proyek di luar proyek pemerintah mekanismenya hanya ada dua pintu. Pertama, yaitu melalui hibah dan kedua melalui bantuan sosial.
"Itu pun ada aturan-aturan main khusus yang harus dipedomani," terang dia.
Ditegaskan dia, aturan main itu di antaranya, harus dianggarkan di APBD yang sebelumnya harus masuk di KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Platfon Anggaran Sementara), dan mendapatkan persetujuan DPRD. "Hal itu pun tentunya tidaklah mudah. Sebab, besaran anggarannya juga sangat terbatas sekali," cetus dia.
Apalagi, saat ini dihadapkan dengan kondisi APBD dalam keadaan yang kurang menguntungan. Bahkan, bisa dibilang sangat memprihatinkan. Sehingga, banyak program yang terpaksa dikepras karena tidak adanya anggaran.
"Bagi saya untuk mewujudkan proyek RS NU dan PT NU itu semua masih sangat jauh dari angan-angan, atau kalau istilah peribahasanya, api masih jauh dari panggang," pungkas dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




