Air Sungai dan Laut Tercemar, Penghasilan Petambak Sidoarjo Turun

Air Sungai dan Laut Tercemar, Penghasilan Petambak Sidoarjo Turun Misbakhun petambak Sidoarjo.

“Ikan-ikan ini dijual ke pasar namun ada yang mengambil langsung juga kesini. Harganya beragam misalnya 1 kg ukuran 60 harganya 73 ribu rupiah, 1kg ukuran 150 harganya 46 ribu rupiah. Cepet laku windu harga di atas 100 hingga 200 ribu rupiah,”uangkap Misbakhun.

Ditambahkan Misbakhun, unutuk udang windu dan fanami, penebaran bibit 3 - 4 bulan, 2 minggu baru panen. Sedangkan bandeng 6-8 bulan, tergantung kebutuhan petani tambak, kadang ikan masih kecil sudah dipanen.

“Kami sebagai petani tambak berharap uluran dari pemerintah terutama penyuluhan atau pelatihan dibidang udang. Paling tidak campur tangan memberi masukan kepada petani tambak, bagaimana supaya udang tidak cepat mati,”ungkap Misbakhun.

Misbakhun sendiri mengaku pernah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Jawa Barat. Namun, pelatihan itu hanya bisa diterapkan selama dua tahun, selebihnya tidak bisa dipraktikan lagi, udang banyak yang mati.

“Kendala paling berat yang dialami petambak ialah tingginya pencemaran air kali maupun laut. Pencemaran bisa dari limbah rumah tangga atau pabrik. Akibat buruknya kualitas air, udang yang dihasilkan menjadi tidak sehat dan kualitasnya jelek,”pungkas Misbakhun. (faratiti d)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO