PRODUK BUMDES: Menteri Desa dan PDT Abdul Halim Iskandar melihat tas produksi BUMDes Kedungturi, Sabtu (25/2/2023). Foto: Ist.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedungturi Turi Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, patut mendapat apresiasi. Bagaimana tidak, salah satu hasil usahanya berupa tas kain berhasil menembus pangsa pasar hotel-hotel di Bali.
BUMDes yang memiliki beberapa usaha tersebut juga terbukti mampu mensejahterakan warga desa setempat. Bagaimana tidak, sekelas BUMDes saja asetnya sudah mencapai Rp17 miliar.
BACA JUGA:
- Harga Cabai di Bali Hari Ini Terpantau Turun, Rawit Hijau Paling Drastis
- Perubahan Harga Pangan Bali 23 Februari 2026: Cabai Keriting dan Rawit Semakin Meroket
- Fluktuasi Harga Pangan Bali 10 Februari 2026: Cabai, Ayam dan Bawang Merah Melonjak
- Hadiri Satu Abad NU di Denpasar, Kiai Asep Perkuat Moderasi Islam Gus Dur di Bali
"BUMDes ini tahun 2022 lalu telah menyalurkan kredit permodalan senilai Rp 2 miliar lewat usaha simpan pinjam," kata Ketua BUMdes Kedungturi Zainul Milahi melalui keterangan tertulis, Senin (27/2/2023).
Menurutnya, tercatat sudah ada 3.500 warga desa yang menjadi nasabah Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Sumber Rejeki. Jumlah nasabah sebanyak itu membuktikan bahwa UED-SP Sumber Rejeki sudah dipercaya oleh warga desa.
Adapun selain memproduksi tas, BUMDes tersebut juga memiliki empat usaha lain, yaitu simpan pinjam, perdagangan, toko, dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).
Dari lima usaha tersebut, sudah 49 warga desa yang diserap menjadi tenaga kerja. Jumlah itu menjadi yang tertinggi di antara BUMDes se-Kabupaten Sidoarjo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




