Suasana pertemuan Warga Dusun Balongrejo, Desa Pundong dengan perwakilan manajemen PT SUB, Rabu (5/10). Spanduk tanda protes yang dipasang warga di jalan dan sudut desa. foto: ROMZA/ BANGSAONLINE
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - PT SUB (Sejahtera Usaha Bersama) Diwek, Kabupaten Jombang diprotes warga Dusun Balongrejo, Desa Pundong Kecamatan Diwek karena selama empat tahun dianggap lalai terhadap dampak lingkungan sekitar. Warga yang tak lain terdampak menggelar pertemuan dengan perwakilan manajemen pabrik pengolahan kayu tersebut di balai desa setempat, Rabu (4/10).
Meski demikian, pertemuan tersebut belum mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak. Kini warga mengancam akan memberhentikan aktivitas pabrik jika permintaannya tidak dipenuhi.
BACA JUGA:
- Ratusan Buruh Plywood Jombang Terkena PHK Jelang Lebaran, Ning Lia Soroti Mitigasi Risiko Industri
- Pabrik Plastik di Jombang Terbakar, Pemilik dan Karyawan Panik
- Pabrik Kayu di Jombang Terbakar Hebat, 4 Mobil Pemadam Dikerahkan
- Gelar Sidak Limbah Tahu, Satpol PP Jombang Temukan IPAL Bantuan Pemerintah Tak Fungsi
“Kami warga Desa Pundong merasa dilecehkan oleh PT SUB. Sebab sejak berdiri empat tahun terakhir, perusahaan abai terhadap dampak sosial lingkungan,” kata Izarrohman Fadli, perwakilan warga Desa Pundong saat dikonfirmasi wartawan, usai pertemuan.
Izar menjelaskan, dampak aktivitas pabrik terhadap lingkungan berupa polusi udara bercampur debu dan asap. Menurutnya, polusi udara jelas berdampak pada lingkungan dan kesehatan warga. Karena setiap hari warga menghirup udara yang sudah bercampur debu dan asap pabrik.
Tak hanya itu, suara kejut dari aktivitas pabrik yang tak terduga-duga membahayakan bayi dan warga sekitar yang sudah lanjut usia. “Apalagi kalau orang lanjut usia yang memiliki riwayat jantung. Suara juga mengagetkan bayi. Belum lagi tidak adanya perhatian ekonomi dari perusahaan kepada warga sekitar,” paparnya.
Izar melanjutkan, kini warga meminta PT SUB memberikan kompensasi yang layak kepada warga, khususnya Warga Dusun Balongrejo yang terdampak secara langsung. Warga juga menuntut agar perusahaan menyelesaikan dampak polusi dan suara kejut dari perusahaan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




