Surabaya jadi Contoh Penerapan Program GBBS

Surabaya jadi Contoh Penerapan Program GBBS

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, Indonesia sejatinya memiliki potensi yang luar biasa. Utamanya di bidang pariwisata. Akan sangat disayangkan bila potensi tersebut tidak bisa dioptimalkan karena terbentur masalah kebersihan.

"Indonesia itu kaya sekali. Sayang kalau kita nggak bisa ambil karena hal-hal semisal kotor atau warga yang nggak welcome. Padahal, dengan adanya turis, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas wali kota.

Dikatakan wali kota, untuk bisa membudayakan kebersihan selaras dengan visi program GBBS, harus diawali dengan kedisplinan.

Menurutnya, berbeda dengan kebakaran yang rasio terjadinya kemungkinan tidak setiap hari, tetapi sampah bisa setiap menit dibuang di sembarang tempat.

“Kontrol kita harus kuat. Harus mengajarkan agar orang telaten berbudaya bersih. Kalau di Surabaya, kami di pemerintah ikut turun langsung bersama masyarakat semisal melakukan kerja bakti bersih-berish pantai dan sungai,” jelas mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Risma juga memberikan kabar bahwa Surabaya menempati peringkat kedua di bawah Denpasar dalam peringkat indeks pariwisata Indonesia. Menurut wali kota, meski Surabaya tidak memiliki potensi wisata alam seperti daerah lain, tetapi kekuatan Surabaya ada pada MICE (Meeting Incentive, Conference/Convention and Exhibition) yang didukung kota yang bersih, warga yang welcome dan infrastruktur memadai.

“Kami terus mendorong agar kota ini memiliki daya tarik sebagai kota yang nyaman dan menyenangkan. Agar banyak orang tertarik datang ke Surabaya,” jelas wali kota. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO