
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 392 butir peluru ditemukan seorang penggali resapan air di depan Ruko Jl Kaca Piring Kepanjenkidul Kota Blitar, Sabtu (18/3). Ratusan peluru yang tampak berkarat itu terdiri dari 70 butir amunisi untuk senjata jenis laras panjang, 322 butir untuk senjata laras pendek. Dari 322 amunisi laras pendek atau pistol ada tiga jenis masing-masing berjumlah 266, 49 dan 7 butir.
Awalnya, dua butir peluru ditemukan oleh tukang gali tanah untuk resapan, Hendrik Rowiyanto (37) warga Jl Karangsari Blitar. Sekitar pukul 09.30 wib, dia mendapat pekerjaan menggali tanah untuk dibuat sumur resapan.
"Setelah saya gali sekitar satu meter, cangkul saya seperti membentur benda dari besi. Saya urai tanahnya ternyata ada dua peluru," katanya pada wartawan saat melapor ke Mapolsek Kepanjenkidul.
Karena ketakutan, Hendrik segera menghentikan pekerjaannya, lalu lari ke Polsek Kepanjenkidul yang berjarak 100 meter.
"Sama pak polisi dibilangin, teruskan menggalinya nanti kalau nemu lebih banyak laporkan lagi," cerita pria lugu ini.
Hendrik pun meneruskan menggali. Dan benar, saat ke dalam tanah yang digali lebih 1,5 meter, ditemukan banyak amunisi lain berserakan dalam satu lokasi. Hendrik pun balik lari memberitahu petugas. Petugas Polsek Kepanjenkidul lalu ke lokasi dan membawa ratusan amunisi itu ke Mapolsek Kepanjenkidul.
Menerima laporan itu, Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono langsung meninjau lokasi dan ikut mengamankan penemuan ratusan amunisi itu.
"Sementara amunisi ini kami amankan di gudang pengawasan bahan peledak satuan intelkam Polresta Blitar. Jika dilihat secara fisik memang hampir semua berkarat namun banyak yang masih aktif," jelas Heri.
Selanjutnya, tambah Heri, untuk proses identifikasi pihaknya akan bekerjasama dengan Kodim dan Batalyon Blitar untuk mengetahui apakah peluru yang ditemukan kategori peluru militer atàu standart Polri.
"Sepintas memang seperti peluru FM peninggalan zaman Belanda," tambah Heri.
Informasi yang dihimpun, lokasi tempat ditemukannya ratusan amunisi itu adalah bekas rumah seorang pensiunan anggota TNI. (blt/tri/rev)