Tunjuk Kiai Asep sebagai Amirul Haj, Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji Wajah Indonesia di Mata Dunia

Tunjuk Kiai Asep sebagai Amirul Haj, Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji Wajah Indonesia di Mata Dunia Menhaj Dr KH Mochammad Irfan Yusuf saat memantau semangat petugas haji dalam acara penutupan Diklat PPIH di Lapangan Galaxy Markas Komando Wilayah Udara I Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto: M Mas'ud Adnan/Bangsaonline

JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Dr KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Lapangan Galaxy Markas Komando Wilayah Udara I Halim Pedanakusuma Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Gus Irfan, petugas haji 2026 adalah wajah Indonesia di mata dunia.

"Presiden menyampaikan bahwa para petugas haji adalah wajah Indonesia di mata dunia. Wajah negara di mata jemaah haji sehingga mereka harus benar-benar bertugas dengan sebaik-baiknya," ujar putra KH Muhammad Yusuf Hasyim itu saat menjadi Inspektur Upacara penutupan Diklat PPIH yang dimulai pukul 9 pagi.

Dalam acara itu hadir sejumlah menteri. Antara lain Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Agama Nasaruddin Umar dan pejabat tinggi lainnya.

Juga hadir Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur.

Kiai Asep diundang Menhaj Gus Irfan dalam acara penutupan Diklat PPIH tersebut sebagai Amirul Haj 2026.

Memang Kiai Asep belum lama berselang diminta Menhaj Gus Irfan untuk menjadi Amirul Haj. Dan Kiai Asep bersedia.

"Kita menyertai pemerintah. Semoga jemaah haji 2026 mabrur. Jika hajinya mabrur maka doanya mustajab," tegas Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com usai acara penutupan Diklat PPIH tersebut.

(Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat mengadiri acara penutupan Diklat PPIH di Lapangan Galaxy Markas Komando Wilayah Udara I Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). Foto: M. Mas'ud Adnan/Bangsaonline)

Kiai Asep mengapresiasi kebijakan Menhaj Gus Irfan yang mendiklat PPIH secara semi militer. Dengan cara itu, tegas Kiai Asep, petugas haji 2026 bisa disiplin.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu juga mengungkapkan bahwa tugas petugas haji di Makkah dan Madinah banyak menguras tenaga sehingga harus sehat dan disiplin.

"Disiplin pangkal keberhasilan. Saya selalu mengumandangkan itu, terutama di depan para santri," kata Kiai Asep.

Ia berdoa semoga pelaksanaan haji 2026 berhasil dan sukses. 

"Karena pelaksanaan haji selama ini selalu kurang berhasil.Menterinya selalu ada masalah, karena tak disiplin dalam hal integritas," ujar putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu.

Menurut Menhaj Gus Irfan, acara Diklat petugas haji berlangsung selama 20 hari.

"Kita bondingkan supaya mereka bisa bekerja dengan baik. Kalau bertemu di Arab Saudi tentu perlu waktu untuk bisa bonding itu," ujar Menhaj Gus Irfan.

Menurut dia, selama diklat, para petugas haji ditempa dengan berbagai pelatihan intensif, meliputi disiplin, penguatan fisik, serta pengenalan tugas.

Menurut Gus Irfan, mereka perlu bonding karena berasal dari seluruh Indonesia, berasal dari berbagai institusi dan mereka baru kenal di acara Diklat.

Menhaj Gus Irfan juga menuturkan bahwa setelah Diklat akan ada pembelajaran bahasa Arab dan fikih bagi para petugas selama 10 hari. 

"Kami berharap para petugas haji paham bahasa dan paham tentang kultur dan budaya Arab supaya tidak canggung ketika berada di lokasi sana," harap cucu Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari itu. (*)