momen sang matador kesrimpet jubahnya sendiri. foto: mirror.co.uk
MONT-DE-MARSAN, BANGSAONLINE.com - Seorang Matador bernama Ivan Fandino harus meregang nyawa setelah dadanya ditusuk banteng yang menjadi lawannya dalam arena yang terletak di di Kota Mont-de-Marsan, Prancis.
“Cepatlah, aku sekarat.” Kata-kata ini meluncur saat dia berusaha diselamatkan rekan-rekannya, usai diluluhlantakkan banteng yang menjadi lawannya. Dan ternyata itu adalah kata-kata terakhir.
BACA JUGA:
- Komentar Sejumlah Pemimpin Dunia Usai AS Bombardir Tiga Titik Pusat Nuklir Iran
- Destinasi Wisata Terpopuler di Jepang: Panduan Lengkap untuk Liburan Anda
- Mengapa Jupiter Punya Cincin, Sedangkan Bumi Tidak? Ini Penjelasannya
- Ratusan Wisudawan Universitas Harvard Walk Out, Protes 13 Mahasiswa Tak Lulus karena Bela Palestina
Kabar ini pun mengejutkan masyarakat. Sebab sebagai matador terbaik, Ivan Fandino seperti tak mungkin harus meregang nyawa di ujung tanduk banteng. Berdasarkan rekaman, Ivan jadi bulan-bulanan banteng setelah dia terjatuh akibat kesrimpet jubah yang dikenakan. Dalam posisi terjatuh inilah, dia dihajar oleh banteng yang mengamuk.
Terlihat bagaimana sang banteng menginjak-injak tubuhnya, dan berusaha menancapkan tanduk runcingnya. Ivan Fandino diketahui lahir di wilayah Basque Spanyol. Ia telah melawan ratusan banteng selama karirnya.
Sebelum Ivan, Matador terakhir yang tewas akibat ditanduk banteng adalah Victor Barrio. Ia terbunuh pada usia 29 tahun, setelah dihajar banteng dalam arena di Teruel pada tanggal 9 Juli 2016. Dia adalah matador Spanyol pertama yang meninggal di arena sejak 1992.
Sekadar informasi, adu banteng ala Spanyol ini resmi dan mendapatkan izin dari bagian perlindungan hukum di Prancis bagian selatan. Sedikitnya ada 1.000 ekor banteng di Prancis yang terbunuh setiap tahunnya akibat pertunjukan ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




