Ketua DPRD Kota Malang Terima Suap Rp 950 Juta, Giliran Barenlitbang dan ULP Digeledah

Ketua DPRD Kota Malang Terima Suap Rp 950 Juta, Giliran Barenlitbang dan ULP Digeledah Saleh Wijaja, Kepala ULP sekaligus Kepala bagian Pembangunan Kota Malang, saat mendampingi tim penyidik KPK melakukan penggeledahan, Jumat (11/08). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Ketua DPRD Kota Malang Moh Arief Wicaksono sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka untuk dua kasus. Dia diduga menerima ratusan juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono.

"MAW diduga menerima Rp 700 juta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/8).

Menurut Febri, uang tersebut diterima Arief terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Kemudian, Arief juga diduga menerima suap dari komisi PT ENK, Hendarwan Maruszaman.

"Diduga MAW menerima Rp 250 juta," tambah Febri.

Menurut Febri, suap tersebut terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kendung Kandang, dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015. Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut yakni Rp 98 miliar, yang dikerjakan secara multiyears tahun 2016 sampai 2018.

Sementara siang tadi (11/8), Tim penyidik KPK terus melakukan proses penggeledahan di Kota Malang. Kali ini, giliran Kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) dan Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Bagian Pembangunan Kota Malang yang digeledah KPK.

Pantauan di lokasi, penyidik mulai mendatangi kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang sekitar pukul 10.00 WIB.

Kantor yang ada di komplek Balai Kota Malang itu dijaga ketat oleh dua personel polisi. Pada saat yang bersamaan, penyidik juga menggeledah kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada Bagian Pembangunan Kota Malang yang juga berada di komplek Balai Kota Malang. Kantor itu juga dijaga ketat personel kepolisian. 

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO