Tingkatkan Kinerja OPD, Bupati Tantri Pimpin Evaluasi AKIP

Tingkatkan Kinerja OPD, Bupati Tantri Pimpin Evaluasi AKIP Bupati Tantri saat memimpin evaluasi AKIP.

Saat ini, jelas Bupati Tantri, peran serta kaum perempuan dalam sektor pemerintahan dan pembangunan sudah sangat besar. Hal ini didukung dengan potensi daerah yang sangat besar. Salah satunya dari kontribusi sektor pertanian yang cukup tinggi serta pengembangan potensi pariwisata.

“Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 3% dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Sudah banyak program yang sudah dan akan dilaksanakan untuk menunjang visi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Perlambatan ekonomi terjadi karena dampak global perlambatan ekonomi di eropa,“ tambahnya.

Bupati Tantri menambahkan bahwa cita-cita yang akan dicapai ke depan tidak hanya target terpenuhi, tetapi juga kinerja terbaik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sehingga apa yang dilakukan benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wabup Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko. Di mana dalam kesempatan tersebut, Wabup Timbul banyak menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dalam rangka menurunkan angka kemiskinan. Salah satunya adalah program OVOP (One Village One Produk) dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat miskin.

“Setiap tahun kami terus berikhtiar untuk melakukan rehabilitasi 1.000 unit RTLH ditambah dari Dana Desa (DD) sebanyak 3 (tiga) unit setiap desa. Sehingga totalnya bisa mencapai 2.000 RTLH. Demi menuntaskan RTLH ini kami juga menggandeng CSR perusahaan untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi RTLH di kabupaten Probolinggo,“ ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Evaluator AKIP Provinsi Jawa Timur Sri Munawati menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menindaklanjuti Perpres Nomor 29 tahun 2014, Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 12 tahun 2015 dan Pergub (Peraturan Gubernur) Jawa Timur Nomor 20 tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan SAKIP.

“Tujuan evaluasi AKIP ini adalah untuk menilai tingkat akuntabilitas pertanggungjawaban atas hasil terhadap penggunaan anggaran dalam program pemerintah yang berazaskan pada hasil, mengidentifikasi kekurangan sistem AKIP serta memberikan saran perbaikan dalam SAKIP,“ katanya.

Sedangkan Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono mengharapkan agar kegiatan ini bisa memberikan kontribusi bagi Kabupaten Probolinggo. Sehingga evaluasi AKIP tahun 2017 ini bisa memperoleh nilai BB (71,00). “Alhamdulillah, saran dan masukan terhadap evaluasi AKIP tahun 2016 lalu sudah ditindaklanjuti walaupun ada yang masih kurang sempurna dan harap untuk dimaklumi,“ katanya. (ndi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO