Belum juga dilanjutkan Jembatan Brawijaya, membuat beban jembatan lama peniggalan zaman Belanda, semakin berat.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meski tahun anggaran 2017 tinggal 1,5 bulan lagi, Pemerintah Kota Kediri optimis bisa melanjutkan pembangunan Jembatan Brawijaya yang telah lama mangkrak, karena tersandung persoalan hukum sejak 4 tahun lalu.
Sekretaris Kota Kediri Budwi Sunu opitmistis, meski waktunya pendek, namun pekerjaan lanjutan dengan anggaran Rp 7 miliar, bisa terealisasi.
BACA JUGA:
- Dandim Kediri Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Ringinagung
- Terjunkan Tim Gabungan, Pemkot Kediri Bersihkan Tumpukan Sampah di Bawah Jembatan Sungai Kedak
- Peresmian Jembatan Jongbiru: Bupati Kediri Bangkitkan Sejarah Kebesaran Masa Lalu
- Jelang Peresmian Jembatan Jongbiru, Bupati Kediri Gelar Tumpengan Bersama Warga
“Beberapa waktu lalu, sudah dicek ulang. Dalam waktu dekat, ada satu pekerjaan yang bisa dilaksanakan, misalnya pengaspalan. Yang terpenting bisa dilewati. Untuk masalah aksesoris jembatan seperti lampu-lampu dan lain-lain, bisa diteruskan pada 2018,” katanya.
Menurutnya, sisa waktu di tahun 2017 ini, masih yang bisa dikerjakan untuk melanjutkan pemvbanguan jembatan tersebut. “Pengaspalan dan akses jalan menuju jalan raya, mungkin dapat dikerjakan. Mohon do’anya,” tandas Sekda.
Informasi yang dihimpun, untuk melanjutkan pembangunan jembatan, di tahun 2018 Pemkot mengajukan anggaran Rp 15 miliar. Pengajuan anggaran itu, juga disepakati DPRD Kota Kediri. Wali Kota kediri Abdullah Abubakar, sebelumnya, menjelaskan proyek lanjutan Jembatan Brawijaya itu, didasari putusan MA Nomor 48 B/Pdt.Sus-Arbt/2016 tanggal 27 Desember lalu.
Sementara Jembatan Brawijaya sendiri diharapkan bakal menjadi akses penghubung wilayah Kecamatan Kota dengan Mojoroto yang terpisahkan Sungai Brantas. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan jembatan lama yang kondisinya memperihatikan. (rif/rus)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




