Suasana pembekalan Babinsa soal pemupukan oleh PG. foto: ist
SRAGEN, BANGSAONLINE.com - Sebagai upaya mendukung peran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam program ketahangan pangan nasional, PT Petrokimia Gresik (PG) anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan sosialisasi pemupukan berimbang dan pengetahuan produk pupuk bersubsidi kepada Bintara Pembina Desa atau Babinsa.
Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, yaitu markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0725 Sragen, Selasa(16/1/2018), dan Kodim 0726 Sukoharjo, Rabu (17/1/ 2018), Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi ini melibatkan 500 personil Babinsa, yaitu 300 personil Babinsa Kodim Sragen dan 200 personil Babinsa Kodim Sukoharjo.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
General Manager Pemasaran dan Logistik PG Kadek Kerta Laksana menyatakan terdapat tiga materi yang disampaikan oleh PG dalam sosialisasi ini. Pertama materi tentang pemupukan berimbang, khususnya pada tanaman padi. Kedua, materi pengetahuan mengenai produk pupuk bersubsidi. Dan, ketiga, materi mengenai mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi.
“Pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan berimbang, khususnya pada tanaman padi, akan mempermudah Babinsa dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kepada petani,” ujarnya.
Kadek mengatakan sosialisasi ini sekaligus memberikan pemahaman terhadap bentuk atau ciri fisik pupuk bersubsidi. Hal ini mengingat maraknya peredaran pupuk-pupuk yang kemasannya menyerupai produk PG, namun kualitasnya tidak terjamin.
“Oleh karena itu, personil Babinsa yang tersebar di desa-desa bisa ikut aktif mengawasi dan mendeteksi keberadaan produk-produk tersebut dan bisa mengedukasi petani di lapangan terkait kemasan produk asli pupuk bersubsidi,” terangnya.
Sementara Komandan Kodim 0725 Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo mengungkapkan bahwa sejak penandatanganan MoU antara TNI AD dan Kementerian Pertanian pada tahun 2012, TNI AD memiliki tambahan tugas, yaitu mendampingi petani Indonesia untuk meningkatkan hasil pertanian.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




