Manager Humas PG Muhammad Ihwan F Menyerahkan Cinderamata Buku Memupuk Kesuburan Menebar Kemakmuran PG.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Petrokimia Gresik (PG) mengundang Dosen Filsafat UI Prof. Rocky Gerung, sebagai narasumber dalam diskusi kehumasan bertema “Membangun Nalar Kehumasan” di Gresik, Senin (26/2).
Rocky mengajak praktisi humas untuk memaksimalkan nalar dalam aktivitas kehumasannya dan tidak terjebak pada definisi umum yang ada tentang kehumasan.
BACA JUGA:
- Musim Tanam 2026: Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- Hadapi Dinamika Global, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur
- Dukung Pertumbuhan UMKM Warga Sekitar, Petrokimia Gresik Kembali Gelar Bazar Ramadhan Lontar 2026
Sebagai pembuka Rocky menuliskan “There is three misstake in this sentence”. Rocky meminta peserta untuk mememukan tiga kesalahan dalam kalimat tersebut.
Dengan mudah peserta menemukan dua kesalahan gramatikal, yaitu “is” (seharusnya “are”), dan “misstake” (seharusnya “mistakes”).
Adapun kesalahan berikutnya, peserta tak mampu melihatnya.
Rocky pun menjelaskan bahwa kesalahan ketiga adalah adanya kebohongan dari kalimat itu sendiri, karena secara gramatikal hanya ada dua kesalahan, bukan tiga sebagaimana yang tertulis.
“Think the unthinkable (berfikir yang tak terpikirkan, red). Jangan terpaku pada kemampuan panca indra saja, gunakan dan maksimalkan nalar. Selain melihat apa yang tampak pada indera, Humas juga harus bisa melihat apa yang tersembunyi dalam nalar,” ujar Rocky.
Rocky juga menyebutkan bahwa humas adalah wajah direksi dalam keadaan darurat. Bagaimana wajah direksi saat menit pertama terjadinya darurat, terutama jika opini publik sudah terbentuk. Sehingga humas merupakan upaya manajemen untuk menghadapi opini publik.
Kalimat pertama yang muncul dari Humas, lanjut Rocky, merupakan core value sebuah perusahaan. Sehingga sangat penting bagi Humas untuk mencari cara agar Humas bisa beraksi secara interaktual bukan sekedar verbal. “Yaitu dimana Humas harus bisa konsisten dalam gaya atau bahasa tubuhnya dan juga konsisten dalam nalarnya,” papar Rocky.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




