Tak diperbolehkan melaut, salah satu nelayan di Tuban memanfaatkan waktu dengan memperbaiki perahunya.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gelombang tinggi dan angin kencang kembali menerjang pesisir pantai utara Kabupaten Tuban dalam beberapa hari ini. Hal itu disebabkan dari badai Siklon Tropis Marcus yang terjadi di sekitar Samudra Hindia sehingga menyebabkan kenaikan gelombang laut.
Hal ini disampaikan Kepala Observasi dan Teknisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban, Andrie Wijaya. Berdasarkan data, gelombang tinggi yang terjadi di Laut Jawa mencapai sekitar 2,5 meter. Terkait hal ini, Andrie Wijaya, meminta seluruh nelayan untuk berhenti aktivitas sementara waktu karena kondisi laut sangat berbahaya.
BACA JUGA:
- Cuaca Buruk Hentikan Aktivitas Nelayan di Tuban, HNSI Imbau Utamakan Keselamatan
- Anggota DPR RI Dapil IX ini Realisasikan Aspirasi 2025 di Tuban
- Nelayan di Tuban Dikabarkan Hilang, Tim SAR dan Polairud Lakukan Pencarian
- Satu dari Dua Nelayan asal Tambakboyo Tuban yang Hilang Selama 4 Hari Ditemukan Meninggal
"Badai diprediksi bakal berlangsung hingga akhir bulan ini. Hampir seluruh wilayah laut jawa terkena dampak badai slikon tropis marcus ini," ungkap Andri.
Sementara akibat tingginya gelombang ombak tersebut, pendepatan nelayan menurun drastis akibat tidak bisa melaut. Beberapa nelayan bahkan tetap ada yang nekat untuk berlayar, meski tidak berani jauh dari pesisir pantai, hanya menyusuri pinggiran laut dan mencari ikan kecil.
Saidun (57), salah satu nelayan asal Desa Karangsari, Kecamatan Tuban berharap cuaca buruk bisa segera berakhir. Pasalnya. "Kami hanya menunggu cuaca kembali bersahabat, mau berbuat apalagi percuma melaut hasilnya tak seberapa, makanya untuk mengisi waktu lengang saya gunakan memperbaiki jaring dan kapal," pungkasnya. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




