Namun, karena gengsi dan takut dibilang tak konsisten, Mega mengkambinghitamkan Presiden SBY yang dinilainya tak mampu mengendalikan harga BBM dengan menggunakan opsi-opsi yang lain.
Mega membantah keras jika partainya dianggap tak konsisten dengan akan menaikkan harga BBM usai Jokowi-Jusuf Kalla akan dilantik nanti.
“Kami berkalkulasi secara nyata, jangan bilang kami tidak konsisten ya. Kalau kenyataannya subsidi dibiarkan, penyediaan BBM membuat rakyat antre dan sebagainya,” tegas Megawati, Jumat (28/08/2014) di Posko Pemenangan Jokowi-JK, Jalan Sisingamangaraja nomor 5, Jakarta.
Mega bahkan menyalahkan pemerintahan SBY yang menurutnya sebetulnya kenaikan harga BBM bisa ditahan dengan mempertimbangkan opsi lain.
“Yang pada waktu itu kenyataan bisa ditahan dalam subsidi. Makanya kami tolak,” kilah Mega.
Pernyataan Megawati ini agaknya berbeda dengan sikap kader-kader elit moncong putih yang kompak menyatakan PDIP akan tetap konsisten menolak kenaikan harga BBM dengan memilih opsi lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




