Wakil Wali Kota Blitar Santoso saat menerima Api Obor Asian Games dari Puan Maharani di Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (20/7/2018).
KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com - Api obor Asian Games 2018 telah menyala dan mulai diarak keliling Indonesia. Setelah dari Yogyakarta dan Solo Jawa Tengah, Kota Blitar menjadi kota pertama di Jawa Timur yang jadi tempat torch relay Asian Games 2018.
Api Obor Asian Games 2018 itu sampai di Kota Blitar sekitar pukul 12.30 WIB dibawa Ling Ling Agustin, mantan atlet tenis meja yang pernah berlaga di Olimpiade Barcelona 1992.
BACA JUGA:
- MAKI Tolak Mantan Napi Maju Calon Ketua KONI, Wali Kota Blitar Buka Suara
- Sekolah Rakyat di Kota Blitar Mulai Verifikasi Calon Siswa, Prioritaskan Siswa dari Keluarga Miskin
- Kafe di Jalan Mastrip Kota Blitar Rusak Tertimpa Bangunan Kosong Akibat Gempa Pacitan
- Jadi Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2025, Tambah Motivasi Mas Ibin Mengabdi untuk Kota Blitar
Dari area city walk, Ling Ling Agustin membawa api obor Asian Games 2018 ke dalam Makam Bung Karno. Di sana Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani menunggu tepat di depan pusara Bung Karno untuk menerima api obor Asian Games 2018.
Setelah diterima Puan, rombongan torch relay sempat memanjatkan doa di Makam Bung Karno, sebelum kembali diarak menuju Kantor Wali Kota Blitar di Jalan Merdeka Kota Blitar, untuk diserahkan kepada Wakil Wali Kota Blitar Santoso.
"Tentu kami sangat bangga Kota Blitar menjadi salah satu kota yang dilewati api obor Asian Games 2018," jelas Wakil Wali Kota Blitar Santoso usai menerima api obor Asian Games di Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (20/7/2018).
Setelah diarak, api obor Asian Games 2018 diletakan di Kantor Wali Kota Blitar berdekatan dengan patung Bung Karno yang menjadi ikon Kantor Wali Kota Blitar. Sebelum diserahkan kembali oleh Wakil Wali Kota Blitar kepada rombongan torch relay untuk dibawa ke kota berikutnya, ada acara seremonial pertunjukan kesenian Kota Blitar di depan Kantor Wali Kota Blitar.
"Semangat Indonesia mampu Indonesia bisa, yang digelorakan Bung Karno pada Asian Games 1962 bisa membakar semangat para atlet dari Blitar," pungkas Santoso.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




