Sementara akibat aksi mogok yang dilakukan para guru honorer, kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah menjadi terkendala. Di SDN Glagah misalnya, petugas kepolisian setempat harus diperbantukan untuk menjaga kelas yang kebetulan saat ini sedang Ujian Tengah Semester (UTS).
Seperti diketahui, sebelumnya GTT dan PTT di Lamongan melakukan aksi demo di Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan. Mereka menuntut agar kesejahteraaannya diperhatikan mengingat selama ini mereka hanya dibayar sekitar Rp 5 ribu per harinya.
Dilanjutkan, pada Selasa (2/10) kemarin, GTT dan PTT ini kembali melakukan aksi dan mendatangi Kantor Bupati Lamongan.
“Selama ini honor yang kita terima sekitar Rp 150 ribu setiap bulan. Ini sangat jauh dibanding dengan UMK Lamongan yang sebesar Rp 1,8 juta per bulanya,” katanya.









