“Wanita itu melihat gerakan tangan naik turun dalam celana, sementara Sterba memandang wanita itu dengan penuh nafsu. Sampai Sterba mengerang dan teriak-teriak kenikmatan,” kata Jaksa.
“Setelah saya berpikir, kejadian itu membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Ketika saya memberi tahu teman saya, saya tertawa tetapi ketika saya memikirkannya, itu membuat saya merasa sangat takut. Apalagi kejadian itu di samping dua gedung sekolah. Saya tahu, kejadian ini dilihat seorang anak,” terang wanita tersebut saat memberikan keterangan.
Ini adalah kejadian kesekian dari perilaku pelanggaran Sterba terhadap wanita yang berkacamata hitam. Meski tak pernah menyentuh wanita itu. Namun aktivitas masturbasi itu menjadikan para wanita risih. Dilaporkan, dia juga meminta wanita menyalakan wiper mobil mereka. Pada tahun 2014 Sterba meminta seorang wanita berusia 86 tahun untuk menyalakan wiper kaca depan mobilnya sebelum meminta nenek-nenek ini memakai kaca mata hitam. Dan selanjutnya Sterba masturbasi.
Gareth Morley, Pembela Sterba, menggambarkan perilaku terdakwa sebagai "aneh" tetapi mengatakan Sterba telah mengakui pelanggaran dan meminta maaf selama disidik polisi. “Dalam istilah orang awam perilaku semacam ini aneh. Kesulitannya adalah dokter tidak mendiagnosis penyakit mental tertentu dan tidak dapat merekomendasikan perawatan khusus apa pun.










