Ia menegaskan bahwa lawan politik Jokowi banyak bermodal hoax karena tidak ada prestasi yang bisa diandalkan. "Masak Pak Jokowi dituduh pro asing," katanya. Padahal, menurut Kiai Asep, Jokowi justru banyak mengembalikan aset negara yang selama ini dikuasai asing.
Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat itu mencontohkan pengambilalihan saham Freeport. "Pada presiden-presiden sebelumnya saham Indonesia hanya satu persen. Lalu naik 9 persen," ungkap Kiai Asep. Tapi pada era Jokowi, menurut Kiai Asep, bangsa Indonesia bisa ambilalih saham Freeport 51,2 persen.
"Memang sulit. Tapi Pak Jokowi dengan berbagai usaha bisa mengambilalih saham 51,2 persen. Itulah kehebatan Pak Jokowi," kata kiai yang dikenal berpenghasilan miliaran rupiah tiap bulan itu.
Kiai Asep juga menyebut contoh blok Rokan dan Mahakam yang pada era kepemimpinan Jokowi kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Belum lagi prestasi Jokowi dalam membangun infrastruktur terutama jalan tol. Karena itu pemimpin negara asing mulai segan dengan Indonesia.










