Perangi Penyakit TBC, Pemerintah-Pokmas Sasar TK-SD dan Pondok Pesantren

Perangi Penyakit TBC, Pemerintah-Pokmas Sasar TK-SD dan Pondok Pesantren Kadispendik Amin Wachid dan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari ketika sidak menyisir TBC di komunitas pelajar. (foto: Yudi Eko Purnomo/BO)

"Hingga hari ini, jumlah warga yang terdeteksi penyakit TBC tercatat sebanyak 391 orang. 75 di antaranya adalah anak-anak," beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu di sela-sela launching.

Menurut dia, ratusan warga tersebut kini menjalani pengobatan secara gratis di puskesmas-puskesmas di daerah ini. "Mereka menjalani pengobatan secara berkala mengingat tempo pengobatan TBC butuh waktu lama, paling singkat adalah enam bulan," katanya.

Christiana Indah mengungkapkan pihaknya kini mengintensifkan pengejaran terhadap kemungkinan warga yang belum teridentifikasi.

"Peluang bertambahnya jumlah penderita TBC masih akan sangat besar. Sebab, penyebab penularan terutama dari orang yang terjangkit dalam satu tempat sangat besar. Kami masih berusaha menemukannya," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan perang terhadap TBC. "Kita akan melakukan screening. Kita juga akan menghambat penularan TBC melalui program riil yakni mengantisipasi pada daerah kumuh. Daerah kumuh akan hilang sampai akhir 2019," tegasnya.

Disinggung soal payung hukum anti TBC, Ika menyatakan masih akan mengkajinya lagi. (yep) 

Wawali Achmad Rizal sambang bocah. (foto: Yudi Eko Purnomo/BO)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO