Wali Kota Risma saat foto bersama anak-anak yang berhasil dan sukses. foto: YUDI A/ BANGSAONLINE
Seusai pertemuan itu, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa anak-anak yang dikumpulkan itu memang berasal dari anak-anak yang terjaring razia Satpol PP Surabaya. Bagi Wali Kota Risma, dia harus terus berusaha menyelamatkan anak-anak itu untuk sukses dan berhasil.
“Hasil akhirnya bagaimana, itu kan Tuhan yang menentukan. Tapi saya harus berusaha menyelamatkannya, makanya tadi juga ada orang tua dan gurunya lengkap,” katanya.
Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa tujuan mengundang anak-anak yang sudah kuliah berkat beasiswa Pemkot Surabaya itu adalah untuk mengangkat semangat anak-anak yang terjaring razia itu. Sebab, banyak di antara mereka yang merasa bahwa dia anaknya orang tidak mampu dan merasa tidak berhak untuk berhasil.
“Makanya kita temukan dengan anak-anak yang berhasil dan sukses itu. Mereka ini juga berangkat dari keluarga yang tidak mampu, lalu bisa berhasil. Ternyata, pertemuan dan contoh semacam ini sangat bermanfaat dan bisa membuat mereka bangkit, oh ternyata bisa ya meskipun anaknya orang tidak mampu,” kata dia.
Menurut Wali Kota Risma, semua pihak mulai dari orang tua, pihak sekolah, dan lingkungannya juga harus saling bersinergi untuk bersama-sama menjaga anak-anak Surabaya. Makanya, dia sejak lama membuat komitmen bahwa anak Surabaya adalah anak kita semuanya. “Ini penting karena mereka ada di mana-mana. Ada yang kenal di sekolah, di rumah dan bahkan di medsos juga, sehingga macam-macam masalahnya,” ujarnya.
Wali Kota Risma menambahkan, di usia anak-anak itu memang rasa keingin tahuannya sangat tinggi, sehingga dia ingin mencoba minum-minuman keras, ingin mencoba ngelem dan ingin mencoba tawuran supaya dianggap jagoan. Karenanya, anak-anak itu harus diberi tahu dan dibuat mengerti bahwa perbuatan tersebut tidak boleh dan berdampak tidak baik ke depannya. “Jadi, mari kita jaga anak-anak bersama-sama,” pungkasnya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




